Cak Imin: Kolaborasi Kunci Hapus Kemiskinan Ekstrem pada 2026

- Kamis, 20 November 2025 | 20:50 WIB
Cak Imin: Kolaborasi Kunci Hapus Kemiskinan Ekstrem pada 2026

JAKARTA – Target pemerintah terlihat ambisius: nol persen kemiskinan ekstrem pada 2026. Tapi bagaimana caranya? Menurut Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, kuncinya ada di kolaborasi. Bukan hanya antara pusat dan daerah, tapi juga melibatkan swasta, akademisi, sampai lembaga riset.

"Mandatnya jelas," tegas pria yang akrab disapa Cak Imin dalam Seminar Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026 INDEF, Kamis (20/11). "Kolaborasi itu mutlak untuk mencapai target nol persen kemiskinan ekstrem."

Angkanya sendiri cukup mengkhawatirkan. Dari total 23,85 juta orang miskin, sekitar 2,38 juta masuk kategori kemiskinan ekstrem. Ini yang harus dipangkas habis.

Nah, di sisi lain, pendekatannya juga diubah. Cak Imin bilang, pemberdayaan kini jadi landasan kebijakan. Bukan lagi sekadar bagi-bagi bantuan sosial. "Pemberdayaan adalah mandat konstitusi," ujarnya dengan tegas. "Intinya, janji republik ini kepada seluruh warganya."

Memang, paradigma lama harus ditinggalkan. Pertumbuhan ekonomi tidak boleh berhenti di level makro. Harus sampai ke bawah. Caranya? Dengan memastikan kelompok produktif dapat akses kerja, skill, dan peluang usaha yang lebih luas. "Hanya dengan pemberdayaan kita bisa mengurai kemacetan struktural," tuturnya.

Lalu, apa yang jadi senjata andalan? Salah satunya adalah Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional atau DTSN. Basis data ini diharapkan bisa jadi game changer. Fondasi untuk intervensi yang tepat sasaran, sekaligus mengakhiri beda data antar-instansi yang sudah berlangsung bertahun-tahun.

Tak kalah penting, perhatian juga ditujukan ke desa. Ekonomi desa dinilai sebagai jalur percepatan yang strategis. Lewat koperasi desa, pengembangan potensi pertanian, sampai usaha komunitas yang berkelanjutan. Pemerintah ingin ekosistem baru di tingkat lokal benar-benar tumbuh.

Strategi lain yang digodok adalah program pelatihan cepat. Tujuannya agar keluarga miskin ekstrem bisa segera masuk pasar kerja. Dengan begitu, ketergantungan pada bansos yang menyerap anggaran besar bisa dikurangi.

"Kami sadar, desain kebijakan bisa dibuat di pusat," kata Cak Imin. "Tapi keberhasilan justru lahir dari daerah, di tengah masyarakat."

Tak lupa, UMKM dan ekonomi kreatif juga dapat perhatian serius. Dua sektor ini disebut sebagai tulang punggung pertumbuhan. Salah satu ide konkretnya adalah menciptakan "Pasar 1001 Malam". Ini bukan sekadar pasar biasa. Tujuannya meningkatkan kinerja UMKM dengan memanfaatkan aset-aset tidur pemerintah. Sekaligus jadi laboratorium untuk membentuk ekosistem terpadu yang bikin UMKM naik kelas.

Semua langkah ini, menurut Cak Imin, sejalan dengan arah besar pembangunan yang sudah ditetapkan Presiden Prabowo Subianto. Target 2026 tinggal setahun lagi. Waktunya memang tidak banyak.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar