Menurutnya, pemain muda butuh persiapan matang sebelum melangkah ke tim utama. Kesiapan mental, intensitas latihan, dan kemampuan komunikasi dalam tim adalah hal-hal krusial di luar aspek teknis. Tentu, pemahaman taktik dan gaya bermain tim juga mutlak.
Di sinilah peran seluruh staf kepelatihan bekerja. Mereka, kata Herdman, harus seperti koki yang menyiapkan racikan terbaik.
"Kami melakukan pekerjaan yang sangat baik untuk mengizinkan para pemain muda kami untuk segera mengekspresikan diri dan bersaing, membawa perasaan serta identitasnya sendiri," tuturnya.
Proses membangun tim nasional ini dia gambarkan seperti menyusun sebuah hidangan bintang dunia. Setiap bahan punya peran. Setiap langkah harus presisi.
"Dan kami seperti koki di dapur memasukkan sejumlah bahannya, saya memasukkan racikan saya tetapi pada akhirnya, Bintang Michelin -penghargaan tertinggi di dunia kuliner yang diberikan oleh Michelin Guide- adalah yang kita semua perjuangkan," tukasnya.
Di sisi lain, agenda sudah menanti. Awal masa kepelatihan Herdman akan langsung diuji oleh jadwal yang padat. Dalam dua tahun ke depan, Timnas Indonesia punya segudang tugas.
Pertama, mereka akan menjadi tuan rumah FIFA Series pada Maret 2026, menghadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon, serta Saint Kitts dan Nevis. Tak lama setelah itu, Piala AFF pada Juli–Agustus 2026 menjadi target berikutnya. Puncaknya, semua mata tertuju pada Piala Asia 2027. Tantangan berat, tapi itulah dapur tempat Herdman harus memasak.
Artikel Terkait
Persib Berburu Striker Naturalisasi, Siapa yang Bakal Diterkam Maung Bandung?
Duel Sengit Ganda Campuran Warnai Gelar Ketiga Indonesia di Thailand Masters
Persija Rapikan Skuad, Arema Boyong Dua Bek Timnas
Dusan Lagator: Harapan yang Terganjal Sanksi di PSM Makassar