JAKARTA – John Herdman punya analogi yang unik untuk menggambarkan tugas barunya. Pelatih Timnas Indonesia itu menyebut dirinya bagai seorang "koki" di dapur besar bernama skuad Garuda. Tapi, bukan hidangan biasa yang dia racik. Fokus utamanya justru terletak pada bahan-baku paling segar: pemain-pemain muda.
Setelah resmi ditunjuk, Herdman langsung membeberkan visinya. Bagi pelatih asal Inggris ini, keberhasilan jangka panjang tak bisa instan. Semuanya harus dibangun dari fondasi yang kuat, dan itu artinya serius menangani pembinaan di level usia dini. Dia tak hanya memikirkan tim senior, melainkan juga seluruh jalur pengembangan di bawahnya.
"Saya pikir di tim U-20 dan U-23 adalah jalur menuju tim senior," ujar Herdman.
Dia menekankan, keselarasan filosofi antara semua level tim nasional adalah kunci. "Saya pikir itu sangat penting ada keselarasan yang kuat di kerangka budaya dan taktik," tambahnya.
Tanpa itu, transisi pemain muda ke level tertinggi akan tersendat. Herdman ingin semua tim, dari U-20 hingga senior, berjalan seirama. Struktur taktik dan budaya harus tertanam sejak dini.
Namun begitu, perannya bukan cuma memberi instruksi di lapangan. Lebih dari itu, dia ingin membagikan filosofinya secara menyeluruh. Tujuannya sederhana: agar setiap orang yang terlibat merasa bagian dari satu keluarga besar.
"Jadi saya akan melakukan semua yang saya bisa untuk membagikan filosofi saya, untuk melibatkan orang-orang dalam sistem itu dengan tim nasional, dan untuk memastikan bahwa kita merasa seperti keluarga," tegas Herdman.
Artikel Terkait
Persib Berburu Striker Naturalisasi, Siapa yang Bakal Diterkam Maung Bandung?
Duel Sengit Ganda Campuran Warnai Gelar Ketiga Indonesia di Thailand Masters
Persija Rapikan Skuad, Arema Boyong Dua Bek Timnas
Dusan Lagator: Harapan yang Terganjal Sanksi di PSM Makassar