BANDUNG Menjelang penutupan bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026 pada 6 Februari mendatang, situasi kian memanas. Berbagai spekulasi bermunculan, dan satu nama yang terus disebut adalah Ragnar Oratmangoen. Meski Persebaya sempat memberi isyarat, aroma rumor justru lebih kuat mengarah ke Kota Kembang.
Kenapa Bandung? Ternyata, alasannya lebih dari sekadar kebutuhan taktis. Ada faktor krusial di baliknya, yaitu seorang Thom Haye.
Begini, bagi Ragnar, bergabung dengan Persib bukan berarti masuk ke lingkungan yang asing sama sekali. Dia justru akan datang ke tempat yang sudah punya "wajah" familiar. Di sinilah peran Thom Haye menjadi pembeda utama, yang mungkin membuat Maung Bandung unggul beberapa langkah dari pesaingnya.
Hubungan mereka bukan cuma sekadar rekan satu tim di Timnas. Chemistry yang sudah terbangun di lapangan hijau terutama dalam urusan transisi dan membangun serangan adalah aset berharga. Di sepak bola sekarang, relasi semacam ini bisa mempercepat adaptasi seorang pemain secara signifikan. Ragnar tak perlu mulai dari nol; dia sudah punya jangkar.
Dan pelatih Bojan Hodak, seperti kita tahu, adalah sosok yang paham betul cara memanfaatkan situasi seperti ini.
Hodak dikenal punya pendekatan fleksibel. Daripada memaksakan sistem, dia lebih suka menyesuaikan taktik dengan karakter pemain yang ada. Gaya bermain Ragnar yang bisa diandalkan sebagai winger, inside forward, atau second striker, sepertinya cocok dengan filosofi pelatih asal Kroasia itu. Di Persib, dia bukan sekadar tambahan pemain biasa. Potensinya jauh lebih besar: menjadi penguat untuk struktur tim yang sudah berjalan.
Berbeda dengan klub yang masih mencari bentuk, Persib menawarkan kerangka yang jelas. Sistemnya hidup, perannya terdefinisi. Itu tawaran yang sulit ditolak.
Di sisi lain, bagaimana dengan Persebaya? Memang, pelatih Bernardo Tavares belum menutup pintu transfer sama sekali. Pernyataannya beberapa waktu lalu sempat memicu desas-desus.
Artikel Terkait
Imbang Lawan Irak, Timnas Futsal Indonesia Pastikan Tiket Juara Grup
PSM Makassar Beraksi di Tengah Badai Sanksi FIFA
PSM Makassar Waspada, Semen Padang Datang dengan Skuad Baru dan Misi Darurat
Drama 29-27 Antar Adnan/Indah ke Final, Thailand Masters 2026 Dijamin Milik Indonesia