SINAR EDITORIAL - Jangan kaget jika tiba-tiba kendaraan tidak bisa starter dan setelah dicek biang keroknya dari accu.
Ternyata air aki juga bisa bocor alus hingga tekor simak cirinya dari penjelasan ahli accu yang praktek langsung di lapangan.
Air aki bocor tersebut bisa terjadi pada aki model basah atau aki kering yang bukan model gel.
Aki kering juga ada yang di dalamnya menggunakan cairan yang bisa saja terjadi kebocoran.
Baca Juga: Terlibat Skandal Daihatsu, Mobil Produksi Indonesia Kini Kena Dampaknya, Ini Daftar Mobilnya!
Apalagi jika air aki terus berkurang yang mengakibatkan fungsi aki mengalirkan daya listrik ke perangkat elektrikal terganggu.
Dijelasakn Muksin, Retail Division bengkel spesialis Fast, Pancoran, Jakarta Selatan memaparkan penyebab air aki basah bisa cepat habis.
"Air aki cepat habis pasti karena ada kebocoran," ungkap Muksin.
Kebocoran tersebut bisa dideteksi dari terminal kutub aki.
Jika ditemukan adanya serbuk putih yang menumpuk di area terminal aki berarti ada indikasi kebocoran air aki.
"Bocor di bagian tersebut lebih rentan karena material logam terminal lunak dari timah," beber Muksin.
"Terminal ada crack atau retak sehingga air aki bisa bocor," terusnya.
Sedangkan di bagian lain seperti bodi plastik aki menurut Muksin umumnya nyaris tidak ada kebocoran dalam pemakaian normal.
Kecuali ada tutup pengisian air aki yang kendur sehingga penguapan air aki bisa keluar lewat situ.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: sinareditorial.com
Artikel Terkait
Nissan Akan Hentikan Produksi 11 Model, Fokus pada Kendaraan Laris
Pangsa Pasar Hyundai Indonesia Melonjak Jadi 2,8% di Kuartal I 2026
BYD Kuasai 60% Pasar Kendaraan Listrik Indonesia, Penjualan Melonjak Lima Kali Lipat
Mitsubishi Fuso Perkuat Layanan 24 Jam dan Jaringan Bengkel untuk Efisiensi Armada