Alternatif lain adalah menggeser pertandingan ke hari Kamis. Tapi opsi ini dianggap kurang realistis. Pemegang hak siar televisi hampir pasti menolak karena kontrak mereka terikat ketat pada slot prime time di hari Selasa dan Rabu malam.
Hingga saat ini, kabarnya Chelsea terus berkomunikasi intens dengan pihak keamanan London dan UEFA. Klub berargumen, London sering menggelar beberapa laga besar dalam akhir pekan yang sama tanpa masalah berarti. Mereka berharap logika yang sama bisa diterapkan di midweek.
Sementara itu, dari pihak UEFA sendiri, pembahasan masih berlangsung.
demikian penjelasan juru bicara UEFA.
Jadi, perjuangan Chelsea ternyata tak cuma di lapangan hijau. Ada perlombaan melawan waktu dan birokrasi yang harus dimenangkan. Stamford Bridge bukan sekadar lapangan; itu adalah benteng, simbol kebanggaan. Dan sekarang, nasibnya tergantung pada negosiasi di ruang rapat yang jauh dari sorotan lampu stadion.
Artikel Terkait
Februari Penuh Dendam: Persebaya Hadapi Mantan di Lima Laga Penentu
Valentino Rossi Joyride di Mandalika, Ternyata Sinyal untuk Masa Depan Balap Indonesia
Raymond/Joaquin Amankan Tiket Final, Gelar Ganda Putra Thailand Masters Pasti ke Indonesia
Anfield Bergemuruh, Liverpool dan Newcastle Berebut Tiket Liga Champions