Ini pukulan yang telak. Soalnya, ini bukan kali pertama. Masalah serupa pernah menimpa mereka sebelumnya. Rasanya, luka lama yang belum sembuh benar-benar kembali dirobek.
Dari mana sumber sanksi ini? Semua indikasi mengarah pada tunggakan gaji. Dan nama Abu Kamara mencuat ke permukaan. Penyerang asal Liberia itu sudah lama tak terlihat, baik di lapangan latihan maupun di bangku cadangan. Kepergiannya yang misterius ini jadi titik awal dugaan kuat.
Hilangnya Kamara memang meninggalkan banyak tanda tanya. Kabar burung bilang dia sudah hengkang, tapi status kontraknya sendiri tak pernah jelas. Situasi ini cuma mempertegas satu hal: konflik internal soal hak-hak pemain di klub ini ternyata belum beres. Dan akhirnya, FIFA yang turun tangan.
Lalu, bagaimana nasib Luka Cumic sekarang? Inilah yang jadi pertanyaan besar. Meski sudah dipamerkan dengan meriah, statusnya tiba-tiba jadi tidak pasti. Sanksi larangan transfer itu bisa menghalangi PSM mendaftarkannya ke liga. Debutnya melawan Semen Padang pun jadi diragukan. Bisa-bisa, transfer ini malah jadi blunder yang memalukan.
Pada akhirnya, semua ini menunjukkan satu fakta pahit. Krisis di PSM bukan cuma soal permainan buruk di lapangan hijau. Lebih dalam dari itu, ada persoalan tata kelola dan komitmen menunaikan kewajiban. Di saat tim seharusnya fokus membenahi performa, mereka malah harus berjibaku lagi dengan urusan administratif yang berulang.
Prahara di Makassar jelas belum usai. Dan Luka Cumic, sang harapan baru, justru datang di tengah badai yang sekali lagi menerpa.
Artikel Terkait
Barcelona Kunci Fermin Lopez Sampai 2031 Usai Kehilangan Mutiara La Masia
Persipura Jayapura Persembahkan Kemenangan untuk Sang Legenda, Mettu Dwaramury
Souza Tegaskan: Tak Ada Tikas Gratis untuk Pemain Anyar Persija
Herdman: Keragaman Pemain Timnas Indonesia Bukan Halangan, Tapi Senjata