Fung Permadi menambahkan, setelah sukses di Kejurnas tahun lalu, prestasi perorangan tahun ini juga cukup membanggakan. “Salsabila Zahra Aulia merupakan atlet dari klub mitra kami, Istimewa Badminton Club Yogyakarta yang terus menunjukkan grafik positif di sektor ganda,” paparnya.
Di sisi lain, Leonard Holvy De Pauw, Koordinator Tunggal Putra, turut mengapresiasi konsistensi yang ditunjukkan. Menurutnya, kualitas atlet kini semakin merata di semua sektor.
Rudy Gunawan, Pelatih Ganda Putri, punya pandangan sendiri tentang kesuksesan Salsabila dan kawan-kawan. Menurutnya, semua itu buah dari proses panjang dan mental baja.
Bagi Salsabila sendiri, penghargaan ini adalah momentum yang sangat berarti.
Senada, Muhammad Nashrulloh Al-Habsyi mengaku apresiasi ini memacu motivasinya. “Penghargaan dari PB Djarum ini merupakan bentuk apresiasi yang sangat berarti bagi saya, sekaligus menjadi motivasi yang besar untuk terus menunjukkan yang terbaik. Target saya selanjutnya adalah bisa tampil maksimal di seleksi nasional dan bergabung pelatnas,” tutur atlet lulusan Audisi Umum 2018 itu.
Dengan semua pencapaian ini, PB Djarum menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan pembinaan berkelanjutan. Tujuannya jelas: melahirkan lebih banyak lagi atlet berdaya saing tinggi yang bisa memperkuat nama Indonesia di panggung dunia.
Artikel Terkait
Ragnar Oratmangoen: Antara Persib dan Persebaya, Mana Pilihan yang Tepat?
Mimpi Persib Tersandung Ajax: Maarten Paes Pilih Eropa, Bukan Bandung
Sapu Bersih Medali Emas, Kontingen Indonesia Disambut Haru di Boyolali
Hodak Tegas: Kurzawa Tak Dapat Jatah Main Cuma-Cuma di Persib