“Jangan percaya semua yang kamu baca di berita!” tegasnya lewat unggahan di X.
Ia mengaku bingung dari mana rumor-rumur itu bermula. Fokusnya saat itu, katanya, adalah pada persiapan diri di luar musim dan menikmati waktu liburan di Asia.
“Aku sudah membaca banyak rumor beberapa hari terakhir dan jujur saja aku tidak tahu dari mana asalnya. Untuk saat ini aku sedang bekerja keras di luar musim kompetisi dan menikmati liburan di Asia. Terima kasih atas pengertiannya,” jelas Paes.
Kini, semua klarifikasi itu masuk akal. Ternyata, di balik penolakannya terhadap tawaran dari Indonesia, ada proses serius dengan raksasa Eropa. Wajar jika ia tak ingin bicara sebelum semuanya fix.
Jika transfer ini benar-benar terealisasi, Paes akan segera bergabung dengan jajaran elite pemain Indonesia di Eropa. Ini bukan sekadar pindah klub, tapi pernyataan sikap. Komitmennya untuk terus berkembang di level tertinggi jelas, sekaligus bagus untuk persiapan Timnas Garuda di pertandingan-pertandingan penting mendatang.
Maarten Vincent Paes, pria kelahiran Nijmegen 14 Mei 1998 ini, adalah kiper modern. Darah Indonesia-Belanda mengalir dalam dirinya. Karirnya dimulai di Eropa, tepatnya di FC Utrecht, sebelum ia memutuskan mencoba peruntungan di FC Dallas, Amerika Serikat.
Kepercayaan diri dan kemampuan membaca permainan adalah ciri khasnya. Pengalaman di Eredivisie dulu membentuknya menjadi kiper yang tak gentar menghadapi tekanan. Lalu, di MLS, ia berkembang pesat dan menjadi pilihan utama.
Statistik berbicara. Lebih dari 90 penampilan untuk Dallas, dengan sejumlah clean sheet yang impresif. Kemampuannya dalam penyelamatan satu lawan satu dan menguasai udara kerap menjadi pembeda.
Dan untuk Timnas Indonesia, kehadirannya langsung terasa. Setelah proses naturalisasi yang panjang, Paes langsung memberi stabilitas di garis pertahanan. Sekarang, dengan prospek bermain di Ajax, performanya untuk Garuda diharapkan bisa semakin matang.
Artikel Terkait
Arteta Gelar Rapat Darurat, Arsenal Siap Tempur Empat Kompetisi
Arteta Panggil Pemain Usai Kekalahan: Ini Momen Kita, Mari Nikmati
Bruno Paraiba, Debut Manis yang Belum Sepenuhnya Fit
Dusan Lagator Siap Geser Yuran Fernandes Jadi Pemain Termahal PSM