JAKARTA – Mimpi buruk di Madrid. Itulah yang dialami Manchester City, yang tumbang dengan skor telak 3-0 di markas Real Madrid pada leg pertama Liga Champions. Pep Guardiola dan anak asuhnya kini punya pekerjaan rumah yang sangat berat: membalikkan keadaan di Etihad nanti.
Pertandingan dari awal sudah terasa panas. City datang dengan ambisi membalas dendam atas eliminasi musim lalu, tapi Real Madrid justru yang tampil lebih garang. Jeremy Doku sempat membuat repot bek kanan tuan rumah, Trent Alexander-Arnold, di menit-menit awal. Tapi itu hanya sebentar.
Momentum pertandingan berbalik total setelah Federico Valverde berhasil membobol gawang City. Gol itu seperti membuka keran. Valverde, yang malam itu benar-benar tak terbendung, menambah dua gol lagi sebelum turun minum. Hattrick. Stadion Santiago Bernabéu bergemuruh.
Babak kedua, Madrid nyaris menambah gol. Vinicius Junior malah gagal mengeksekusi penalti dengan baik. Tapi bagi City, hasil 3-0 itu sudah cukup pahit. Kekalahan yang terasa sangat telak di jantung rivalitas Eropa modern ini.
Di ruang konferensi pers, wajah Pep Guardiola terlihat suram. Tapi sorot matanya masih ada api. Pelatih asal Spanyol itu mengakui situasinya sulit, namun menolak untuk menyerah begitu saja.
“Peluang kami? Mungkin tidak besar. Tapi percayalah, kami akan berusaha. Kami akan berada di sana, berjuang dengan tim yang kami miliki,” tegas Guardiola.
Ia mencoba bersikap realistis. “Jelas, kalah 3-0 lebih baik daripada 4-0. Ini hasil yang sulit, kita tidak bisa menyangkalnya. Kualitas yang mereka punya, terutama Valverde malam ini, luar biasa,” ujarnya sambil menghela napas.
Namun begitu, Guardiola merasa penampilan timnya tak seburuk angka di papan skor. Ada rasa percaya diri yang tersisa. “Saya rasa kami bermain lebih baik dari yang ditunjukkan skor akhir. Tapi ya, hasilnya sudah di sana,” katanya.
Kini, fokusnya beralih. City punya waktu sekitar enam hari untuk memulihkan diri, baik mental maupun fisik, sebelum menjamu West Ham di liga domestik. Setelah itu, baru persiapan final di kandang sendiri melawan Madrid.
Guardiola meyakini, bermain di Etihad akan memberi energi berbeda. Suporter sendiri, lapangan sendiri. Itulah modal terakhir mereka untuk mencoba keajaiban. Rivalitas dua raksasa Eropa ini jelas belum berakhir.
Artikel Terkait
Persebaya Hajar Arema 4-0, Strategi Serangan Balik Bernardo Tavares Kembali Terbukti Efektif
PSG Hajar Bayern 5-4 di Leg Pertama Semifinal Liga Champions
Prancis Kalahkan Indonesia 4-1, untuk Pertama Kalinya Tim Merah Putih Gagal Lolos dari Fase Grup Piala Thomas
Herdman Coret Empat Pemain Andalan Shin Tae-yong dari TC Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026