Dengan regulasi baru yang akan diterapkan pada 2027, Quartararo bersikap lebih hati-hati. Ia berjanji akan lebih pilih-pilih. Tujuannya jelas: kembali menjadi juara dunia.
"Waktu saya perpanjang kontrak untuk 2025 dan 2026, tujuan saya tulus: membawa hasil bagus untuk Yamaha," ujar Quartararo.
"Tapi untuk sekarang, saya ingin lebih peduli pada diri sendiri. Pada masa depan saya, dan tujuan-tujuan pribadi saya," tegas pembalap berusia 26 tahun itu.
Di sisi lain, rasanya mustahil ia tidak menyesal melewatkan Aprilia Racing. Tim asal Italia itu sempat meminatinya untuk 2025, dan musim lalu mereka bahkan sudah bisa menyaingi Ducati. Peluang yang mungkin tak datang dua kali.
Kini, tekanan beralih ke Yamaha. Mereka punya waktu kurang dari dua tahun untuk membuktikan bahwa YZR-M1 bisa kembali kompetitif di 2026. Bola ada di tangan mereka. Jika tidak ada perbaikan signifikan, jangan kaget melihat Quartararo mengemas koper dan berpamitan musim depan. Masa depannya, ia tegaskan, tak bisa lagi hanya digadaikan pada janji.
Artikel Terkait
Persib Buka Suara Soal Isu Investasi Rp1,5 Triliun dari Jerman
Persib Kejar Gelar, Persebaya dan PSM Berjuang di Jalur Berbeda Jelang Akhir Musim
Juventus Incar Emiliano Martinez, Kiper Aston Villa, untuk Perkuat Mistar Gawang
PSM Makassar Kembali Dihukum FIFA, Dilarang Transfer Tiga Periode