Bajul Ijo main dengan struktur yang jelas. Transisi dari bertahan ke menyerang terlihat rapi, dan intensitas mereka terjaga sejak awal pertandingan. Mereka nggak selalu menang telak, tapi cara mereka mengendalikan permainanlah yang bikin beda. Lini tengah disiplin, pertahanan solid, dan serangan mereka cukup efektif memanfaatkan peluang yang ada.
Stabilitas tim juga jadi poin plus. Gejolak internal hampir nggak ada, drama transfer minimal, dan para pemain sudah saling paham karakter satu sama lain. Dalam liga panjang seperti Super League, faktor kayak gini seringkali lebih menentukan daripada sekadar mengoleksi pemain tenar.
Konsistensi. Itu kata kuncinya. Persebaya jarang banget tampil amburadul, sesuatu yang justru sering dialami tim berbintang. Mereka bisa menang saat permainan bagus, dan tetap mengamankan poin saat performa lagi nggak maksimal.
Mentalitas mereka juga terlihat matang. Nggak grusa-grusu, nggak gampang terpancing tekanan, dan fokus pada proses. Karakter kayak gini biasanya dimiliki tim juara, meski sering luput dari perhatian.
Musim masih panjang. Segalanya bisa berubah. Persib dengan kualitas individunya tetap berbahaya, Persija juga punya amunisi cadangan yang melimpah. Tapi kalau ditanya siapa yang paling siap secara permainan sampai saat ini, jawabannya cenderung ke Persebaya Surabaya.
Pada akhirnya, Super League nggak dimenangkan oleh tim yang paling gemerlap. Tapi oleh yang paling konsisten. Dan sejauh ini, Bajul Ijo-lah yang paling mendekati definisi itu.
Artikel Terkait
Bagnaia Buka Suara: 90 Persen Kritik Tak Berguna Jelang MotoGP 2026
Tavares dan Persebaya: Ketika Stabilitas Klub Melahirkan Performa Gemilang
Persib dan Persija Gaduh, Persebaya Siap Menggigit Diam-diam
Sir Jim Ratcliffe Tarik Michael Carrick di Tengah Wawancara Usai United Bungkam Arsenal