Rumor tentang Ricky Kambuaya dan Persija Jakarta lagi-lagi berembus. Tapi coba lihat lapangan. Di Banten International Stadium Senin nanti, yang bakal kita saksikan justru sang gelandang dengan ban kapten di lengan, memimpin Dewa United melawan Arema FC. Lumayan ironis, bukan?
Spekulasinya memang sempat panas. Apalagi setelah Fathurrahman resmi ke Kemayoran. Tapi fakta di lapangan bicara lain. Kambuaya tak hanya tampil, dia ditunjuk sebagai pemimpin. Sebuah keputusan berani dari pelatih Jan Olde Riekerink di tengah hiruk-pikuk isu transfer. Ini lebih dari sekadar taktik; ini pernyataan kepercayaan.
Laga pembuka putaran kedua ini penting buat kedua kubu. Di klasemen, mereka cuma beda satu poin. Arema di posisi 10, Dewa United mengintip di bawahnya. Tekanannya nyata.
Marcos Santos, pelatih Arema, jelas tak meremehkan lawannya. Dia justru memuji soliditas skuad Dewa.
“Jangan lihat posisi mereka sekarang. Mereka punya kontrol permainan yang kuat, terutama di bagian tengah,” ujar Santos.
Dan kontrol itu bertumpu pada duet Kambuaya dan Alexis Messidoro. Ditambah ancaman dari sayap lewat Marukawa dan Lilipaly, pertahanan Singo Edan bakal benar-benar diuji.
Namun begitu, Arema bukan tim yang datang cuma untuk jadi bulan-bulanan. Mereka punya misi mencuri poin. Marcos Santos sudah siapkan skema untuk meredam permainan tuan rumah. Keandalan Lucas Henrique di gawang, kokohnya barisan belakang, serta ketajaman trio Belo, Silva, dan Filho di depan, jadi modal mereka. Gol-gol lewat serangan balik cepat tampaknya jadi andalan.
Di balik semua persiapan itu, bisik-bisik tentang masa depan Kambuaya belum juga hilang. Rumor ke Persija seperti bara dalam sekam. Baru-baru ini, komentarnya di unggahan Instagram Rizky Ridho dengan deretan emoji langsung memicu tafsir liar dari para Jakmania. Api gosip kembali berkobar.
Kondisi Persija sendiri memang mendesak. Krisis gelandang parah. Van Basty Sousa cedera, Hanif Sjahbandi juga. Bahkan Aditya Warman, opsi cadangan, harus ditarik keluar di laga sebelumnya. Mereka sudah datangkan empat pemain baru, termasuk Fathur, tapi kebutuhan akan gelandang berpengalaman masih terasa banget. Nama Ivar Jenner sempat mencuat, tapi sepi kabar. Dalam situasi seperti ini, wajar jika nama Kambuaya, target lama yang tak kunjung kesampaian, kembali mencuat.
Jadi, bagaimana kedepannya? Sulit ditebak. Tapi untuk hari ini, satu hal jelas: Ricky Kambuaya fokus pada tugasnya sebagai kapten Dewa United. Dia memilih untuk menjawab semua spekulasi bukan dengan pernyataan, melainkan dengan aksi di lapangan hijau. Pintu ke Persija mungkin belum tertutup rapat, tapi setidaknya hingga peluit awal nanti berbunyi, loyalitasnya ada pada tim yang memberinya ban kapten.
Artikel Terkait
Bali United Hajar PSM Makassar 2-0, Irfan Jaya Jadi Mimpi Buruk Kampung Halaman
Veda Ega Pratama Bangkit dari Posisi 17 ke 6 di Jerez, Tim Honda Asia Siapkan Strategi untuk Le Mans
Empat Tim Terancam Degradasi, PSBS Biak dan Semen Padang Paling Terpuruk di Super League 2025/2026
Persaingan Tiga Tim Makin Ketat, Persib dan Borneo FC Sama Kuat di Puncak Klasemen Super League