Rumor tentang Ricky Kambuaya dan Persija Jakarta lagi-lagi berembus. Tapi coba lihat lapangan. Di Banten International Stadium Senin nanti, yang bakal kita saksikan justru sang gelandang dengan ban kapten di lengan, memimpin Dewa United melawan Arema FC. Lumayan ironis, bukan?
Spekulasinya memang sempat panas. Apalagi setelah Fathurrahman resmi ke Kemayoran. Tapi fakta di lapangan bicara lain. Kambuaya tak hanya tampil, dia ditunjuk sebagai pemimpin. Sebuah keputusan berani dari pelatih Jan Olde Riekerink di tengah hiruk-pikuk isu transfer. Ini lebih dari sekadar taktik; ini pernyataan kepercayaan.
Laga pembuka putaran kedua ini penting buat kedua kubu. Di klasemen, mereka cuma beda satu poin. Arema di posisi 10, Dewa United mengintip di bawahnya. Tekanannya nyata.
Marcos Santos, pelatih Arema, jelas tak meremehkan lawannya. Dia justru memuji soliditas skuad Dewa.
“Jangan lihat posisi mereka sekarang. Mereka punya kontrol permainan yang kuat, terutama di bagian tengah,” ujar Santos.
Artikel Terkait
Tavares dan Persebaya: Ketika Stabilitas Klub Melahirkan Performa Gemilang
Persebaya Surabaya: Favorit Terselubung di Tengah Sorotan Persib dan Persija
Persib dan Persija Gaduh, Persebaya Siap Menggigit Diam-diam
Sir Jim Ratcliffe Tarik Michael Carrick di Tengah Wawancara Usai United Bungkam Arsenal