SAMARINDA – Persib Bandung baru saja mengambil alih puncak klasemen. Reaksi Borneo FC? Cepat sekali. Tim yang akrab disapa Pesut Etam ini langsung berbenah, dan kabarnya mereka sedang dalam proses memboyong Nicolas Orsini ke Samarinda.
Striker asal Argentina itu bukan pemain sembarangan. Dia masih mengikat kontrak dengan raksasa Boca Juniors, dan punya postur menjulang setinggi 191 cm. Tujuannya jelas: diharapkan bisa menjadi mesin gol baru untuk merebut kembali posisi teratas di Liga 1 musim 2025/2026 ini.
Langkah ini wajar. Persaingan di puncak benar-benar ketat. Saat ini, Borneo tertahan di posisi kedua dengan koleksi 40 poin, cuma selisih satu angka dari Persib. Mereka butuh sesuatu, atau lebih tepatnya seseorang, untuk memberi kejutan.
Nicolas Orsini, 31 tahun, dilihat sebagai jawabannya. Profilnya dinilai cocok untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Douglas Coutinho, yang kini dipinjamkan ke Penang FC. Dengan kaki kanannya yang kuat dan keahliannya menangani bola udara, dia diharapkan bisa menjadi target man yang sempurna. Bayangkan saja, umpan-umpan silang Mariano Peralta atau Joel Vinícius bisa berakhir di kepalanya.
Nama yang Sudah Tak Asing di Asia
Sebenarnya, Orsini bukanlah wajah baru di panggung sepak bola. Meski sedang dipinjamkan ke Platense, pemain bernilai pasar sekitar Rp 6,95 miliar ini punya dua gelar Liga Argentina bersama Boca Juniors di lemari trofinya.
Yang menarik, dia sudah punya pengalaman bermain di Asia. Jejaknya ada di Liga Jepang, membela Tokushima Vortis dan Fagiano Okayama, dan juga sempat merasakan atmosfer Liga Korea Selatan bersama FC Anyang. Pengalaman lintas benua ini tentu jadi nilai plus. Pelatih Fabio Lefundes pasti akan lebih mudah mengintegrasikannya ke dalam skema serangan Borneo.
Lalu, kenapa Orsini dianggap begitu penting?
Manuver Borneo ini terlihat seperti langkah yang dipikirkan matang. Ada faktor teknis, tapi juga tekanan psikologis. Keberhasilan Persib menduduki puncak jelas memberi tekanan tersendiri. Untuk menggeser Maung Bandung, Borneo butuh penyerang dengan insting mencetak gol yang lebih tajam, terutama di dalam kotak penalti.
Memang, secara statistik serangan Borneo sudah cukup produktif dengan 32 gol. Tapi kehadiran Orsini bakal memberi dimensi baru. Tingginya yang hampir dua meter akan jadi ancaman serius setiap kali ada tendangan sudut atau umpan silang yang kebetulan adalah senjata andalan Mariano Peralta.
Selama ini, beban mencetak gol banyak ditanggung oleh duo Mariano Peralta (10 gol) dan Joel Vinícius (7 gol). Kehadiran Orsini akan memecah fokus pertahanan lawan. Bek-bek lawan bakal kebingungan, dan itu bisa membuka ruang lebih lebar bagi pemain lain untuk berkarya.
Ada satu hal lagi yang mungkin tak kalah penting: mentalitas. Berpengalaman membela klub sekelas Boca Juniors tentu memberinya mental pemenang. Itu sesuatu yang sangat berharga, terutama di sisa putaran kedua yang penuh tekanan ini.
Jadi, langkah Borneo FC ini bukan sekadar cari pemain baru. Ini adalah strategi untuk langsung merespon situasi, dan berusaha mengambil kembali apa yang sempat hilang. Sekarang, tinggal menunggu apakah negosiasi dengan Boca Juniors dan sang pemain berjalan mulus.
Artikel Terkait
PSM Makassar Incar Poin Penuh di Kandang Bali United untuk Jauh dari Zona Degradasi
PSM Makassar Hadapi Laga Hidup Mati Lawan Bali United demi Jauh dari Zona Degradasi
Persaingan Tiga Tim di Grup B Championship Makin Sengit, Tiket Promosi Liga 1 Ditentukan di Laga Terakhir
Allegri Kritis soal Puasa Gol Pulisic dan Inkonsistensi Leao Usai Milan Ditahan Juventus