Kapten PSM di Ujung Tanduk, Performa Turun dan Rumor Hijrah ke Persebaya

- Minggu, 25 Januari 2026 | 22:30 WIB
Kapten PSM di Ujung Tanduk, Performa Turun dan Rumor Hijrah ke Persebaya

Di sisi lain, rumor itu punya dasar yang kuat. Persebaya disebut memang ingin memperkuat pertahanan mereka. Salah satu alasan utamanya adalah pelatih Bernardo Tavares. Dia punya sejarah kerja sama dengan Yuran, jadi dianggap paham betul karakter dan kualitas bek berusia 30 tahun itu.

Nah, ini yang bikin suporter PSM khawatir. Kalau rumor itu benar, wajar saja fokus Yuran bisa buyar. Dari situlah muncul anggapan bahwa kapten mereka tak lagi bermain dengan hati dan determinasi penuh untuk Juku Eja. Meski, ya, si pemain sendiri belum buka suara sama sekali.

Masalahnya jadi lebih rumit jika melihat kontrak. Masa bakti Yuran di PSM tinggal sebentar lagi, akan berakhir pada 31 Mei 2026. Artinya, kurang dari setengah musim. Posisi PSM dalam negosiasi jadi serba salah. Kalau tidak segera bertindak, mereka bisa kehilangan pemain penting ini secara cuma-cuma.

Persebaya tentu melihat peluang ini. Mereka punya opsi untuk menebus sisa kontrak Yuran dengan harga yang masih masuk akal. Nilai pasarnya saat ini sekitar Rp6,95 miliar. Untuk bek sekaliber dan seberpengalaman dia, angka itu terbilang wajar.

Sampai detik ini, semua pihak masih bungkam. Manajemen PSM, Persebaya, dan Yuran sendiri belum memberikan klarifikasi resmi. Tapi tekanan dari suporter dan derasnya spekulasi membuat situasi semakin panas. Masa depan sang kapten benar-benar digantungkan pada tanda tanya besar.

Lalu apa yang akan terjadi? Akankah Yuran Fernandes bisa membuktikan loyalitasnya dengan membangkitkan PSM dari keterpurukan? Atau justru bisik-bisik tentang Surabaya ini akan terus menggerogoti konsentrasinya, hingga akhirnya ia benar-benar pergi? Cerita ini masih panjang, dan kita semua hanya bisa menunggu babak selanjutnya di Liga Super musim ini.


Halaman:

Komentar