Lini belakang PSM Makassar lagi-lagi jadi bulan-bulanan. Kekalahan 0-2 dari Persijap Jepara di pekan ke-18 Super League 2025/2026 bukan cuma soal poin yang hilang, tapi juga memantik amarah suporter. Sorotan paling tajam, nyaris tanpa ampun, kini mengarah ke sang kapten: Yuran Fernandes.
Penampilannya dianggap jauh dari kata memuaskan. Bek asal Tanjung Verde itu dituding sebagai salah satu biang kerok kegagalan tim meraih poin di Stadion Gelora Bumi Kartini, Sabtu lalu.
PSM memang tampil di bawah standar. Di bawah asuhan Tomas Trucha, mereka kesulitan menghadapi tekanan tuan rumah. Pertahanan berantakan, melakukan kesalahan-kesalahan dasar yang seharusnya bisa dihindari. Kekalahan ini jelas membuat posisi mereka di klasemen makin sulit.
Namun begitu, kemarahan netizen benar-benar memuncak pada satu nama. Tagar YuranOut tiba-tiba membanjiri linimasa media sosial, ramai diperbincangkan sejak laga berlangsung hingga berjam-jam setelahnya.
"YURANOUT, YURANOUT,"
Begitu bunyi teriakan maya yang bergema, sebuah desakan keras agar manajemen PSM segera mengevaluasi posisi bek tengah andalan mereka itu.
Situasi ini membuat kebutuhan PSM akan pemain belakang baru terasa mendesak sekali. Bursa transfer paruh musim jadi momentum krusial buat mereka. Sektor pertahanan yang selama ini jadi titik lemah harus segera ditambal.
Di sisi lain, masa depan Yuran Fernandes sendiri mulai dipertanyakan. Spekulasi tentang kepergiannya ke klub lain pun mulai mencuat. Persebaya Surabaya, misalnya, dikenal sebagai klub yang aktif memanfaatkan momen transfer. Mereka berpotensi mengambil kesempatan jika situasi Yuran di Makassar terus memburuk. Pengalaman dan statusnya sebagai pemain asing berpengalaman tetap punya nilai jual tinggi di Liga Indonesia.
Sebenarnya, pelatih Tomas Trucha sudah memberi sinyal kuat soal rencana perekrutan ini. Beberapa waktu lalu, pelatih asal Republik Ceko itu secara terbuka mengakui bahwa pertahanan adalah fokus utama mereka di bursa transfer.
"Kita sedang mencari pemain lokal dan juga asing, khususnya bek," kata Trucha usai laga menghadapi Borneo FC.
"Kita lihat saja nanti apa bisa dilakukan. Harapannya, segera," tambahnya.
Menurut Trucha, tambahan pemain belakang sangat dibutuhkan untuk memberi lebih banyak opsi. Ia berharap kehadiran wajah baru bisa membuat PSM lebih solid di putaran kedua.
"Kita bisa lebih kuat lagi nantinya," ungkapnya.
Pandangan serupa datang dari pengamat sepak bola, Imran Amirullah. Mantan asisten pelatih PSM ini menilai lini belakang Juku Eja masih sering melakukan kesalahan kecil yang berakibat fatal.
Ia mengingatkan, persoalan ini harus cepat-cepat dibenahi kalau PSM mau bersaing di papan atas.
"PSM perlu dibenahi adalah pemain belakangnya yang masih ada sedikit kekurangan seperti kesalahan-kesalahan kecil," ujar Imran.
"Seperti sebelumnya, ada kesalahan kecil yang akhirnya bisa dimanfaatkan lawan," terangnya.
Dengan tekanan suporter yang makin menjadi, evaluasi total di lini belakang PSM seperti sudah tak terhindarkan. Tagar YuranOut bukan cuma ekspresi kekecewaan, tapi juga sinyal keras bahwa perubahan besar mungkin harus segera dilakukan.
Dan di tengah semua keributan ini, pintu bagi klub seperti Persebaya untuk mendekati Yuran Fernandes terbuka semakin lebar.
Artikel Terkait
PSM Makassar Waspadai Gempuran Bali United demi Jauh dari Zona Degradasi
Veda Ega Pratama Finis Keenam di Moto3 Jerez, Tunjukkan Kematangan dan Progres di Atas Rival
Real Madrid Segera Aktifkan Klausul €9 Juta untuk Tebus Nico Paz dari Como
642 Siswi dari 44 SD/MI Ramaikan Babak Final MilkLife Soccer Challenge Samarinda