Raymond/Joaquin Gagalkan Senior, Siap Cetak Sejarah di Final Indonesia Masters

- Minggu, 25 Januari 2026 | 06:15 WIB
Raymond/Joaquin Gagalkan Senior, Siap Cetak Sejarah di Final Indonesia Masters

Istora Senayan bergemuruh, Sabtu (24/1/2026) lalu, ketika Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin berhasil melangkah ke final Indonesia Masters. Mereka menyingkirkan pasangan senior, Sabar Gutama/Reza Pahlevi, dengan dua gim langsung: 21-19 dan 21-14. Kemenangan ini bukan sekadar tiket ke babak puncak, tapi lebih dari itu sebuah pernyataan. Di depan publik sendiri, dua pemain muda ini punya peluang emas untuk menciptakan sejarah.

Lantas, apa kunci mereka? Menurut Joaquin, semuanya bermula dari niat untuk tampil ngotot sejak awal.

"Tadi plan-nya saya rasa sesuai plan awal kita. Di plan awal emang kita selalu menerapkan pola menyerang karena itu kan memang strategi kita dari awal," ujar Joaquin usai laga, Minggu (25/1).

Dia mengakui, mengalahkan Sabar dan Reza bukan perkara gampang. Konsistensi dalam pola menyerang jadi senjata utama mereka.

Namun begitu, jalan menuju kemenangan itu tidak mulus. Gim pertama sempat membuat mereka kalang-kabut. Joaquin yang berusia 20 tahun itu bercerita, mereka sempat tertinggal cepat 0-6.

"Mungkin kaget dengan bolanya mereka. Kami cukup telat mengantisipasi," akunya.

Tapi momentum berbalik. Dari ketertinggalan itu, mereka pelan-pelan bangkit. Bukan cuma sekadar mengejar, tapi juga mulai membaca setiap skema dan gerakan lawan. "Untungnya dari 6-0 kita langsung bisa setidaknya mepet-mepetin poinnya lah," sambung Joaquin.

Lambat laun, antisipasi terhadap pukulan-pukulan Sabar/Reza mulai bekerja. Perlawanan mereka jadi lebih terukur.

"Kami juga sudah antisipasi pukulan-pukulan mereka. Dan ya puji Tuhan itu berjalan dengan lancar maupun dari set satu sampai ke set kedua," tutupnya.

Kini, tantangan terbesar menanti. Di final yang digelar Minggu (25/1) ini, Raymond/Joaquin akan berhadapan dengan wakil Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin. Arena tetap sama: Istora yang legendaris. Suasana pasti akan berbeda, lebih mencekam, tapi juga lebih menggugah. Apakah duo muda Indonesia ini bisa menyempurnakan perjalanan epik mereka dengan gelar juara? Semua mata akan tertuju ke sana.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar