Namun begitu, drama justru terjadi mendekati jeda babak pertama. Menit ke-39, wasit tanpa ragu mengangkat kartu merah untuk Yuran Fernandes karena dinilai melakukan pelanggaran yang menghalangi peluang gol jelas (DOGSO). Suasana makin panas. Tapi, setelah memeriksa ulang melalui VAR, sang wasit mengurungkan niatnya. Kartu merah dibatalkan. Napas panjang dari kubu PSM.
Babak pertama sendiri berjalan cukup sengit. Statistik mencatat Persijap mendominasi penguasaan bola 51%, dengan tiga percobaan tembakan dua diantaranya mengarah tepat. PSM, meski sedikit kehilangan bola, justru lebih banyak melepaskan tembakan. Lima kali, dengan dua yang membahayakan.
Memasuki babak kedua, PSM tampak bangkit. Mereka lebih sering menekan dan mengurung pertahanan Persijap. Sayangnya, upaya 'Juku Eja' julukan mereka untuk membongkar gawang Sendri Johansah selalu mentah di depan kotak penalti. Serangan demi serangan seolah kehilangan ketajaman terakhir.
Alih-alih tertinggal, Persijap malah yang memperlebar jarak. Di menit ke-62, blunder fatal bek PSM memberi hadiah murah bagi Iker Guarrotxena. Striker asing itu tak menyia-nyiakan kesempatan emas, menggandakan keunggulan tuan rumah menjadi 2-0.
PSM terus mendesak di sisa waktu, bahkan hampir sepenuhnya menguasai permainan di sepuluh menit akhir. Tapi, pertahanan Persijap berdiri kokoh. Skor 2-0 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang. Sorak-sorai pecah dari tribun pendukung lokal. Mereka akhirnya merasakan kemenangan lagi, setelah penantian yang terasa begitu lama.
Artikel Terkait
Marmoush dan Semenyo Bawa City Permalukan Wolves di Etihad
Herdman Soroti Keuntungan Strategis Pemain Diaspora di Super League
Como Hajar Torino 6-0 dan Geser Juventus dari Posisi Kelasemen
Bernardo Tavares: Dari Bayangan Mourinho ke Mimpi Guardiola di Persebaya