Renovasi gapura Gedung Sate di Bandung tiba-tiba jadi perbincangan hangat. Banyak yang protes, banyak pula yang bertanya-tanya. Di tengah hiruk-pikuk itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akhirnya angkat bicara.
Bersama Sigit, arsitek dari ITB yang menangani proyek ini, dia menjelaskan panjang lebar. Mereka berdua tampak santai berdiskusi sambil meninjau langsung pembangunan yang sedang berlangsung.
Menurut Dedi, banyak orang mengira desain kontroversial ini adalah idenya pribadi. Padahal, jauh dari itu.
Proses perencanaannya melalui Detail Engineering Design yang ketat. Soal anggaran sekitar Rp 3,9 miliar, Dedi menjelaskan itu berasal dari efisiensi berbagai pos mulai dari biaya perjalanan dinas sampai pengadaan seragam.
Di sisi lain, Sigit mencoba meluruskan kesalahpahaman yang beredar. Dia bilang, sebenarnya tidak banyak yang tahu kalau Gedung Sate sejak awal memang perpaduan berbagai budaya.
Pemerintah Kolonial Belanda dulu menggabungkan arsitektur Eropa dengan unsur Nusantara, termasuk Sunda. Tapi kebanyakan orang cuma lihat sisi Eropanya saja.
Artikel Terkait
Gagal Tes Pramugari, Wanita Ini Nekat Terbang Pakai Seragam Palsu
Kritik Pedagang Telur Picu Gubernur Jabar Wajibkan Transparansi Anggaran di Medsos
Malam Tahun Baru Berdarah: Peluru Nyasar Lukai Mata Balita di Medan
Merah, Reuni, dan Harapan: Mengulik Makna di Balik Ritual Imlek 2026