Drama Final Piala Afrika Berlanjut di La Ceramica

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 13:00 WIB
Drama Final Piala Afrika Berlanjut di La Ceramica
Laga Balas Dendam di La Ceramica

MADRID – Drama final Piala Afrika belum benar-benar usai. Hanya berselang beberapa hari, dua tokoh sentralnya sudah harus berjumpa lagi. Kali ini, di panggung yang berbeda: Pape Alassane Gueye melawan Brahim Diaz.

Dulu, di Senin (19/1) yang mendebarkan, mereka bertarung demi bendera negara. Nanti dini hari, Minggu (25/1), duel pribadi itu berlanjut. Dengan seragam klub masing-masing, Villarreal CF akan menjamu Real Madrid di jornada ke-21 La Liga. Suasana pastinya bakal panas.

Bagi Brahim Diaz, Estadio de la Ceramica malam ini adalah panggung yang emosional. Gelandang serang Madrid itu masih merasakan getir kekalahan. Ia harus menyaksikan Pape Gueye mengangkat trofi juara bersama Senegal, berkat gol dramatis di menit ke-94 masa extra time. Kini, mereka bertemu lagi.

Pulang ke Spanyol, Gueye membawa aura yang berbeda. Kepercayaan dirinya melambung tinggi. Sang "mesin penggerak" lini tengah Villarreal itu sudah bergabung latihan di bawah Marcelino Garcia Toral. Ambisinya jelas: membawa spirit juara dari Senegal ke dalam skuad "Kapal Selam Kuning".

"Kondisi fisik saya sangat prima," tegas Gueye, seperti dilaporkan Diario AS. "Saya siap memberikan segalanya saat menjamu Real Madrid."

Musim ini, kontribusinya bagi Villarreal cukup nyata: dua gol dan satu assist. Sementara, Brahim Diaz di kubu Madrid baru mengoleksi dua assist dari 12 penampilannya. Angka-angka itu mungkin tak sepenuhnya menggambarkan tensi duel yang akan terjadi.

Real Madrid harus ekstra waspada. Sejarah berbicara cukup keras: markas Villarreal sering jadi kuburan bagi ambisi mereka. Lihat saja catatan sepuluh kunjungan terakhir ke La Ceramica. Madrid lebih sering pulang dengan tangan hampa enam kali imbang, cuma tiga kemenangan. Rekor yang jauh dari gemilang.

Federico Valverde pun mengakuinya. Gelandang andalan Los Blancos itu tak menampik bahwa lawan di depan adalah batu ujian yang berat.

"Kami punya sejarah yang kurang bagus di sana," ujar Valverde lewat laman resmi klub. "Posisi mereka di klasemen juga sangat dekat dengan kami sekarang. Itu bukti mereka pesaing serius."

Selain duel personal Gueye vs Diaz, sorotan lain tentu mengarah ke Vinicius Jr. Pemain terbaik dunia versi The Best FIFA 2024 ini memang jadi momok bagi pertahanan Villarreal.

Pertemuan pertama musim ini di Bernabeu sudah membuktikannya. Vini mencetak dua gol dalam kemenangan 3-1 Madrid. Kini, di markas lawan, ancamannya tetap sama besar.

Namun begitu, laga ini juga punya makna khusus buat masa depan Vini sendiri. Kontraknya tinggal tersisa hingga musim panas mendatang. Banyak raksasa Eropa yang mengincarnya. Penampilan impresif di La Ceramica bisa jadi kartu truf yang kuat saat bernegosiasi perpanjangan kontrak dengan manajemen Madrid.

Analisis Laga: Pertarungan di Lini Tengah

Pertandingan ini kemungkinan besar akan ditentukan di lini tengah. Duel antara Pape Gueye dan Brahim Diaz atau mungkin Federico Valverde akan jadi kunci. Gueye punya keunggulan fisik plus momentum sebagai juara. Sementara, lini tengah Madrid unggul dalam pengalaman dan transisi serangan yang cepat seperti kilat.

Villarreal di bawah Marcelino dikenal disiplin. Mereka solid bertahan dan pandai menunggu momen untuk serangan balik. Madrid harus ekstra awas, terutama pada pergerakan Gueye yang kerap muncul tiba-tiba dari lini kedua.

Bagi Brahim, ini kesempatan emas untuk balas dendam atas kekalahan pahit di final Piala Afrika. Tapi bagi Madrid secara keseluruhan, yang lebih penting adalah mematahkan "kutukan" La Ceramica. Hasil seri saja tidak cukup. Mereka butuh kemenangan untuk menjaga jarak dari rival di puncak klasemen.

Prediksinya? Laga akan berjalan alot. Skor tipis atau imbang sangat mungkin terjadi, terutama jika Madrid gagal membungkam pergerakan Pape Gueye sejak dini. Satu hal yang pasti: drama dari Afrika akan dapat babak lanjutannya di Spanyol malam ini.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar