JAKARTA – Gairahnya sudah terasa. Menjelang putaran kedua Super League 2025/2026 yang dimulai Jumat, 23 Januari 2026, bursa transfer paruh musim benar-benar memanas. Kalau di putaran pertama klub-klub masih sibuk memetakan situasi, sekarang mereka sudah masuk ke medan perang yang sesungguhnya. Strategi pun dikerahkan habis-habisan.
Dan sorotan paling terang, tak pelak lagi, jatuh ke Surabaya. Persebaya melakukan manuver yang bisa dibilang ekstrem. Bagaimana tidak? Mereka melepas enam pemain dalam satu hari, lalu langsung mendatangkan empat nama baru. Total uang yang dikeluarkan fantastis: Rp13,91 miliar. Langkah berani itu langsung menempatkan Green Force sebagai klub paling agresif di jendela transfer kali ini.
Tiga pemain Brasil Bruno Paraíba, Jefferson Silva, dan Gustavo Fernandes menjadi andalan utama proyek baru mereka. Pedro Matos, yang direkrut dari Semen Padang, melengkapi paket belanja tersebut. Dari segi nilai pasar, Bruno dihargai Rp3,04 miliar. Sementara Jefferson dan Gustavo masing-masing Rp4,35 miliar, dan Pedro Matos Rp2,17 miliar.
Pesan dari perombakan besar-besaran ini jelas sekali. Persebaya tidak lagi puas bertengger di papan tengah. Ambisi mereka jauh lebih tinggi: ikut bersaing di jalur juara.
Persija: Fokus Perkuat Pertahanan
Berbeda dengan gebrakan Persebaya, Persija Jakarta mengambil pendekatan yang lebih terukur. Macan Kemayoran ini memilih fokus menambal lini belakang. Mereka mendatangkan bek asal Brasil, Paulo Ricardo, dan juga Fathurrahman dari Borneo FC. Di sisi lain, Gustavo Franca dilepas ke Arema FC sebagai bagian dari penyegaran skuad.
Arema dan Persis: Masing-masing Berbenah
Arema FC jelas tak mau ketinggalan. Singo Edan mendatangkan Gabriel Silva dan Gustavo Franca. Mereka juga merombak tim dengan melepas enam pemain, termasuk Paulinho Moccelin dan Muhammad Rafli. Tujuannya satu: memulai putaran kedua dengan wajah yang segar.
Persis Solo juga tak kalah agresif, meski dengan konsep yang beda. Klub dari Jawa Tengah ini mendatangkan paket pemain Serbia. Mulai dari kiper Vukasin Vranes hingga bek Dusan Mijic, semua untuk memperkokoh fondasi pertahanan mereka.
Persib Diam, Semen Padang Gaspol
Di tengah hiruk-pikuk ini, Persib Bandung justru jadi anomali. Maung Bandung memilih untuk tidak membeli pemain baru sama sekali. Mereka hanya merampingkan skuad dengan melepas tiga pemain. Strategi ini seolah menunjukkan kepercayaan penuh manajemen pada komposisi tim yang sudah terbentuk.
Sebaliknya, Semen Padang justru tampil paling masif, terutama di kalangan tim papan bawah. Tujuh pemain asing didatangkan sekaligus untuk memaksimalkan kuota. Nama-nama seperti Kianz Froese, Kazaki Nakagawa, hingga Guillermo Fernandes menjadi simbol perjuangan Kabau Sirah untuk lolos dari ancaman degradasi.
Tim Promosi Tak Mau Cuma Numpang
Sebagai tim promosi, Persijap Jepara tak mau sekadar numpang lewat. Mereka merekrut lima pemain asing, mayoritas dari Eropa. Langkah itu menunjukkan ambisi nyata untuk bertahan lebih lama di kasta tertinggi.
Borneo FC, Bali United, Persik Kediri, Dewa United, hingga Bhayangkara FC juga ikut meramaikan. Skema mereka lebih beragam, banyak yang mengandalkan pinjaman dan pertukaran pemain. Tujuannya jelas: menjaga stabilitas finansial sambil memperkuat tim.
Jadi, bursa transfer paruh musim kali ini bukan lagi aktivitas rutin belaka. Ini adalah panggung adu nyali antar manajemen klub. Dan dengan belanja hampir Rp14 miliar, Persebaya Surabaya kini berdiri sebagai simbol paling nyata. Mereka sudah "all in" dan siap mengubah peta persaingan di putaran kedua nanti.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Kembali Kalahkan Brian Uriarte di Moto3 Spanyol, Kokoh di Puncak Klasemen Debutan
PSM Makassar Andalkan Empat Bek Asing dan Victor Dethan untuk Curi Poin dari Bali United
PBVSI Panggil 17 Pemain Timnas Voli Putri, Megawati Hangestri Tetap Diandalkan Meski Cedera
Kiandra Ramadhipa Bangkit dari Posisi 17, Kebut ke Peringkat Kedua Klasemen Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026