Persib Berburu Tiga Bintang Piala Dunia di Bursa Transfer Januari

- Jumat, 23 Januari 2026 | 13:00 WIB
Persib Berburu Tiga Bintang Piala Dunia di Bursa Transfer Januari
Dinamika Transfer Persib: Antara Rumor dan Strategi

BANDUNG – Sepak bola nasional lagi-lagi menoleh ke Bandung. Bursa transfer Persib di Januari 2026 ini benar-benar bikin penasaran. Padahal, jendela transfer sudah dibuka lebih dari sepuluh hari, tapi belum ada satu pun pemain baru yang diumumkan secara resmi oleh manajemen Maung Bandung. Keheningan ini, tentu saja, meninggalkan tanda tanya besar di benak para bobotoh.

Reaksi pun beragam. Ada yang cemas, ada pula yang mencoba bersikap tenang. Tapi, minimnya informasi ke publik ini justru dianggap sebagai bagian dari strategi. Persib disebut-sebut sedang sangat berhati-hati. Mereka tak mau gegabah, apalagi di paruh kedua musim yang krusial ini. Semua keputusan harus matang.

Menurut sejumlah sumber internal, keheningan ini terkait dengan evaluasi mendalam soal kebutuhan tim. Fase penentu kompetisi menuntut kesiapan yang sempurna, baik dari sisi teknik maupun kedalaman skuad. Jadi, meski terlihat sepi, klub asal Kota Kembang ini dikabarkan sedang menyiapkan langkah besar. Tujuannya jelas: menjaga stabilitas dan memastikan setiap rekrutan benar-benar cocok dengan skema pelatih.

Strategi yang tampak tenang itu justru membuat pergerakan Persib jadi salah satu yang paling dinanti di Liga 1. Di bawah kendali Bos Adit, klub ini menyusun rencana yang ambisius. Targetnya bukan cuma konsistensi di domestik, tapi juga fondasi untuk persaingan level Asia.

Harapan sempat mengarah pada gelandang timnas, Joey Pelupessy. Namun, negosiasi yang berlarut-larut akhirnya mentok. Pemain itu dipastikan tak akan gabung ke SGBLA.

Namun begitu, kegagalan itu malah membuka spekulasi lain yang jauh lebih mencengangkan.

Persib kini dikait-kaitkan dengan tiga pemain berpengalaman Piala Dunia. Bayangkan, mereka punya rekam jejak di kualifikasi zona Eropa, bahkan pernah merasakan atmosfer puncak di putaran final. Kalau benar terwujud, bursa transfer Januari 2026 ini bisa jadi yang paling ambisius dalam sejarah Persib, bahkan Liga 1 Indonesia.

Nama Jesse Lingard paling sering disebut. Mantan gelandang serang Manchester United itu lagi tanpa klub setelah hengkang dari FC Seoul akhir 2025. Status bebas transfer membuka peluang. Apalagi, Lingard satu agen dengan striker Persib, Andrew Jung. Faktor agen ini sering jadi pintu masuk pemain bintang ke Asia Tenggara. Pengalamannya membela Inggris di Piala Dunia 2018 jelas jadi nilai jual yang kuat, baik secara teknis maupun eksposur.

Lalu ada Layvin Kurzawa. Mantan bek kiri Paris Saint-Germain ini bahkan dilaporkan media Prancis, L’Équipe, akan segera tanda kontrak dengan Persib. Lagi-lagi, dia berada di bawah naungan agen yang sama. Pengalamannya di timnas Prancis, meski di kualifikasi, diharapkan bisa beri dimensi baru untuk pertahanan kiri Maung Bandung.

Sementara itu, Terence Kongolo juga masuk radar. Bek berusia 31 tahun yang pernah membela Belanda di Piala Dunia 2014 ini disebut sebagai opsi serius, terutama jika Federico Barba benar-benar pergi. Rumor ini pertama kali mencuat dari akun Seleding Tackle. Status Kongolo yang baru saja berpisah dengan NAC Breda bikin spekulasi ini makin realistis. Ditambah lagi, unggahan perpisahannya di media sosial dapat ‘like’ dari gelandang Persib, Thom Haye. Interaksi kecil itu langsung jadi bahan perbincangan hangat di kalangan suporter.

Semua ini, tentu saja, masih sebatas rumor. Manajemen Persib belum memberikan konfirmasi resmi satu pun. Tapi, benang merah seperti kesamaan agen, laporan media luar, dan dinamika media sosial bikin spekulasi ini terus menguat dan tak mudah dipadamkan.

Jendela transfer masih terbuka. Publik sepak bola nasional kini menunggu langkah konkret dari Persib Bandung. Apakah Maung Bandung benar-benar akan menghadirkan kejutan besar, atau justru punya strategi lain yang masih tersembunyi? Waktu yang akan menjawab. Yang pasti, sorotan tertuju ke Bandung, menanti paruh kedua musim yang penuh determinasi.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar