Istora Senayan bakal panas Jumat ini. Bukan cuma karena cuaca, tapi karena satu hal pasti: Indonesia sudah mengamankan satu tiket semifinal ganda putra di Indonesia Masters 2026. Bagaimana caranya? Ternyata, perempat final justru mempertemukan dua pasangan Merah Putih.
Ya, duel "sesama saudara" itu akan mempertandingkan pasangan senior, Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri, melawan pasangan muda yang sedang naik daun, Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin. Pertemuan ini jadi yang kedua kalinya bagi mereka. Menariknya, pada final Australian Open tahun lalu, Raymond/Joaquin sukses mencatatkan kemenangan mengejutkan atas senior mereka.
Namun begitu, kemenangan di masa lalu belum tentu jadi jaminan. Nikolaus Joaquin sendiri mengakui, tantangan di Istora akan berbeda.
Faktor pengalaman jelas jadi pertimbangan. Pasangan muda ini sadar betul, satu kemenangan belum menjawab segalanya.
Raymond Indra punya sudut pandang lain. Menurutnya, justru di pertandingan resmi seperti ini mereka bisa lebih lepas. Ada wasit, ada aturan yang jelas. Tekanan psikologis saat latihan bersama rasa sungkan hilang sudah.
Di sisi lain, dari kubu senior, Muhammad Shohibul Fikri menekankan aspek sportivitas. Persaingan ketat antar ganda putra di PBSI, kata dia, adalah hal yang wajar dan sehat.
Pertemuan ini sebenarnya lebih dari sekadar laga perempat final. Ini adalah cerminan dinamika regenerasi ganda putra Indonesia. Yang senior tak ingin lengah, yang muda tak mau berhenti mengejar. Semuanya beradu di level dunia, di depan publik sendiri.
Artikel Terkait
Alisha Lehmann Kembali ke Inggris, Kisah Cinta Baru Terungkap
Mourinho dan Benfica Jadi Batu Penghalang Terakhir Madrid
Tendangan Kung-Fu yang Mengakhiri Karier: Kiper Raihan Dihukum Seumur Hidup
Persebaya Ganti Kulit, Dua Bek Inti Pamit dari Surabaya