Usianya, 26 tahun, juga terbilang ideal. Cukup matang secara fisik dan mental, tapi masih punya ruang untuk berkembang lebih jauh.
Alasan PSM memburu bek kanan baru sebenarnya cukup jelas. Sepanjang putaran pertama, posisi itu diisi oleh Mufli Hidayat dan Syahrul Lasinari. Performanya naik-turun. Hasilnya, pertahanan kanan kerap jadi titik lemah.
Statistik berbicara: 19 gol kebobolan hingga pekan ke-17. Angka itu pasti membuat Tomas Trucha dan stafnya gelisah. Kehadiran Todoroski diharapkan bisa membawa stabilitas, konsistensi, dan kualitas yang lebih tinggi baik dalam duel maupun saat membantu serangan.
Namun begitu, jalan menuju transfer ini tidak mulus.
Nilai pasarnya sekitar Rp5,21 miliar. Bukan angka yang kecil, tapi mungkin sepadan dengan kualitas yang dibawa. Tantangan utamanya justru ada di status kontrak. Todoroski masih terikat dengan Flamurtari FC. Artinya, manajemen PSM harus jeli bernegosiasi, entah itu dengan skema transfer penuh atau pinjaman dengan opsi membeli.
Kalau berhasil diboyong, Todoroski bisa jadi rekrutan kunci di paruh musim. Ini juga jadi sinyal bahwa permintaan Tomas Trucha mulai didengarkan oleh pihak manajemen.
Sekarang, bola ada di pihak PSM. Mampukah mereka menyelesaikan negosiasi dan menghadirkan Todor Todoroski ke Stadion Gelora B.J. Habibie? Pertanyaan itu yang kini menggantung di udara Makassar.
Artikel Terkait
Hodak Waspada: Persebaya, Ancaman Tersembunyi di Balik Puncak Klasemen
Persija di Persimpangan: Jenner atau Pattynama untuk Slot Diaspora?
PSM Makassar Berburu Gervane Kastaneer, Striker Peserta Piala Dunia 2026
Vinicius dan Siulan Bernabéu: Kritik Pedas atau Pengakuan Terselubung?