Persis Solo Gempur Pasar Transfer, PSM Diimbau Waspada

- Rabu, 21 Januari 2026 | 17:30 WIB
Persis Solo Gempur Pasar Transfer, PSM Diimbau Waspada

MAKASSAR Zona degradasi? Persis Solo jelas tak mau berlama-lama di sana. Menutup putaran pertama Super League 2025/2026 di posisi berbahaya, Laskar Sambernyawa memilih langkah drastis. Mereka merombak skuad secara radikal, mendatangkan lima pemain baru sekaligus dalam waktu singkat. Tiga di antaranya legiun Serbia, dua lagi pemain lokal berpengalaman. Pesannya tegas: mereka menolak untuk tenggelam.

Langkah agresif ini tentu jadi peringatan untuk semua pesaing, termasuk PSM Makassar. Sementara klub lain masih berhitung, Persis malah tancap gas. Di Surakarta, situasinya sudah dianggap darurat. Tak ada waktu lagi untuk ragu-ragu.

Manajemen melihat realita dengan jernih. Putaran pertama memperlihatkan banyak lubang, terutama di pertahanan yang bolong dan lini tengah yang tak punya kendali. Daripada menambal sedikit-sedikit, mereka memutuskan untuk mengganti mesin utamanya. Perombakan besar pun tak terhindarkan.

Perhatian pertama tentu pada trio Serbia. Miroslav Maricic resmi diperkenalkan Selasa lalu. Gelandang 27 tahun itu diharapkan jadi otak permainan baru. Dia menyusul dua rekan senegaranya, Vukasin Vranes dan Dusan Mijic, yang tiba sehari sebelumnya.

Maricic ini bukan pemain biasa. Dia dikenal serba bisa, sanggup mengisi sepuluh posisi berbeda dari bek tengah, gelandang bertahan, gelandang serang, sampai penyerang tengah. Bagi pelatih Milomir Seslija, fleksibilitas macam ini adalah anugerah. Di tengah tekanan, punya satu pemain yang bisa dipakai di banyak tempat itu seperti harta karun.

Klub sendiri, dalam pernyataan resminya, menyambut Maricic dengan kalimat penuh harap. “Mesin baru di jantung permainan dari Serbia telah tiba di Surakarta. Sugeng rawuh, Miroslav Maricic!” Pilihan kata “mesin” itu jelas sengaja. Persis butuh penggerak, sosok yang bisa menyambung lini, menutup ruang, sekaligus memulai serangan balik.

Di bawah mistar, ada Vukasin Vranes. Kiper Serbia ini diharap jadi solusi atas ketidakstabilan kiper sebelumnya. Vranes datang dengan beban jelas: tugasnya bukan cuma jaga gawang, tapi juga jaga harapan supaya klub tetap bertahan.

“Saya tahu Solo adalah salah satu klub terbesar di Indonesia, dengan penggemar yang hebat,” ujar Vranes.

Kata-katanya menunjukkan dia paham betul tekanan yang akan dihadapi. Bermain untuk Persis di saat seperti ini, tekanannya sama besarnya dengan di klub papan atas.


Halaman:

Komentar