Armada Airbus A320 di Indonesia Dinyatakan Layak Terbang Usai Perbaikan Darurat

- Rabu, 03 Desember 2025 | 11:15 WIB
Armada Airbus A320 di Indonesia Dinyatakan Layak Terbang Usai Perbaikan Darurat

JAKARTA - Kabar baik datang dari dunia penerbangan nasional. Kementerian Perhubungan memastikan semua pesawat Airbus A320 yang terbang di Indonesia sudah rampung menjalani perbaikan perangkat lunak. Perbaikan ini bukan tanpa alasan, melainkan menindaklanjuti arahan darurat dari Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA).

Intinya, EASA meminta semua operator pesawat A320 di dunia untuk memastikan komputer kendali Aileron Elevator (ELAC) dalam kondisi benar-benar layak. Nah, arahan ini langsung ditanggapi serius oleh otoritas kita.

Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F Laisa, pihaknya telah menerbitkan perintah kelaikudaraan untuk menjaga keselamatan.

"Kami pastikan pesawat telah memiliki komputer ELAC yang 'layak beroperasi' sebelum terbang lagi," ujar Lukman, Rabu (3/12/2025).

Di Indonesia, armada A320 dioperasikan oleh enam maskapai. Yaitu Batik Air, Super Air Jet, Citilink, Indonesia AirAsia, Pelita Air, dan Transnusa. Untungnya, respons mereka cepat.

Lukman menambahkan, maskapai-maskapai tersebut telah menyelesaikan perbaikan pada pesawat yang terdampak. Hasilnya pun sudah dievaluasi oleh inspektur kelaikudaraan dan operasi dari Ditjen Hubud. Kesimpulannya? Semua dinyatakan memenuhi standar keselamatan penerbangan.

Memang, sebelumnya sempat ada kekhawatiran. Instruksi perbaikan ini berpotensi mengganggu jadwal penerbangan, mengingat A320 adalah tulang punggung banyak maskapai di sini. Namun begitu, kekhawatiran itu ternyata tidak terjadi.

Kemenhub pun mengapresiasi kinerja maskapai. Masalah terselesaikan dengan baik tanpa mengacaukan operasional penerbangan nasional. Jadi, semua pesawat A320 kini dinyatakan siap kembali mengudara dengan aman.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar