“Pasti ada batasannya, batasannya adalah pada waktu mereka masuk ke gedung bermain. Tapi Kami juga memperhatikan keamanan dan kenyamanan para atlet. Ada beberapa lokasi yang pakai body gate. Tapi secara umum, semua audiens, semua masyarakat yang datang ke Istora bisa menikmati,” tambahnya.
Upaya itu rupanya terasa. Anthony Ginting, usai bertanding pada Selasa (20/1), mengaku melihat perbedaan.
“Sebelum main tadi sempat nonton juga, lihat kayak gimana kondisi lapangan, segala macam, wah ramai juga. Jadi memang enggak bisa bohong lah. Karena mungkin tiket di Indonesia Masters kali ini juga lebih jauh murah dari sebelum-sebelumnya. Jadi memang itu yang jadi daya tarik buat teman-teman datang nonton langsung,” kata Ginting.
Atlet lain pun merasakan hal serupa. Suasana lebih meriah, penonton lebih ramai.
“Tahun ini lebih meriah, penontonnya juga lebih ramai dan fasilitasnya sangat amat bagus ya sekarang,” ungkap Siti Fadia, pemain ganda putri.
“Lebih padat daripada di tahun lalu ya. Karena mungkin dari segi harga [tiket] mungkin menurut masyarakat lebih mudah dijangkau,” ucap Reza Pahlevi dari sektor ganda putra.
Bahkan atlet luar negeri pun takjub. Ganda campuran Spanyol, Ruben Garcia dan Lucia Rodriguez, mengaku terhormat bisa bermain di sini.
“Ya, tentu saja. Sungguh luar biasa bisa bermain di babak kualifikasi di arena dengan banyak orang. Di Eropa, Anda tidak melihat hal seperti itu. Bagi kami, ini suatu kehormatan untuk bermain di kejuaraan ini,” kata Garcia.
“Suasananya luar biasa. Para penggemar sangat antusias dan kami sangat senang bisa bermain di sini,” timpal Rodriguez.
Di tengik kemeriahan itu, Indonesia Masters 2026 juga jadi ajang uji coba aturan baru: Time Clock 25 Detik. Aturan ini membatasi waktu persiapan servis maksimal 25 detik setelah reli sebelumnya selesai. Tujuannya jelas, mengurangi kebiasaan menunda-nunda permainan.
Wasit yang memulai hitungan mundur. Dalam rentang waktu itu, pemain boleh minum, pakai handuk, bicara ke pelatih, atau minta lap dipel cepat-cepat. Minta ganti kok juga harus dalam batas waktu itu. Kalau ada challenge atau lap harus dipel lebih lama, wasit bisa hentikan timer.
Pelanggarannya? Selama masa uji coba ini, sanksinya cuma peringatan. Tapi nantinya, bisa berujung kartu kuning hingga merah. Jika berjalan mulus di Jakarta, aturan ini akan dipakai sepanjang tahun. Jadi, Indonesia Masters 2026 bukan cuma turnamen biasa. Bisa jadi ini titik awal babak baru dalam tata kelola pertandingan bulu tangkis dunia.
Artikel Terkait
Mantan Bintang PSG, Layvin Kurzawa, Segera Mendarat di Bandung
Madrid Siap Guncang Pasar dengan Tawaran Rp3,5 Triliun untuk Olise
Rumor Milos Pantofik Panaskan Bursa Transfer, Persija dan Persebaya Berebut?
Ter Stegen Tinggalkan Barcelona, Girona Jadi Pelabuhan Sementara