Dia merasa butuh jeda. Tubuhnya sudah bekerja maksimal selama dua pekan terakhir. Memaksakan diri hanya akan membuka peluang cedera, dan itu risiko yang tak ingin dia ambil.
“Saya tetap harus mendengarkan tubuh dan pikiran saya,” tambah Jonatan.
“Istirahat menjadi pilihan utama sekarang daripada memaksa melebihi kapasitas.”
Keputusan ini tentu sedikit menyisakan kekecewaan. Apalagi, Jonatan punya kenangan manis di Indonesia Masters. Dia pernah menjadi juara di edisi 2023. Saat itu, di babak final, dia mengalahkan rekan senegaranya, Chico Aura Dwi Wardoyo, dengan dua game langsung 21-15 dan 21-13.
Kini, dia memilih untuk berhenti sejenak. Mengisi ulang energi. Agar bisa kembali lebih kuat nantinya.
Artikel Terkait
Indonesia Jadi Tuan Rumah FIFA Series 2026, Garuda Hadapi Bulgaria hingga Saint Kitts
Maret, Panggung Pertama John Herdman: Ujian Nyata di FIFA Series
Thomas Frank Bertekad Bertahan di Tottenham di Tengah Badai Kritik
Mourinho Tolak Sinetron Madrid: Saya Tak Mau Terlibat