Begitu tegas Lorenzo, seperti dikutip dari Motosan belum lama ini. Intinya, dia menepis anggapan bahwa Marquez sengaja membantunya.
Lorenzo lalu masuk ke detail teknis yang menurutnya jadi penentu. Di olahraga yang serba cepat seperti MotoGP, selisih sepersepuluh detik saja sudah bisa mengubah segalanya. Dia menyoroti bahwa Rossi kehilangan pace sekitar 0,3 hingga 0,5 detik di momen-momen krusial menjelang akhir musim. Perlambatan itulah, bukan konspirasi, yang menjadi biang kerok.
ujar Lorenzo lagi. Dia juga membantah bahwa faktor usia Rossi yang saat itu 36 tahun adalah alasan utama. Meski mengakui pesaing yang lebih muda sangat cepat, Lorenzo berpendapat Rossi tetap cepat. Hanya saja, di level tertinggi, kekurangan sedikit saja sudah fatal.
Pada akhirnya, musim 2015 itu tetap tercatat sebagai salah satu drama paling epik dalam sejarah MotoGP. Itu adalah kesempatan terakhir The Doctor merasakan mahkota juara dunia. Wajar saja jika kekecewaan atas apa yang terjadi di Sepang dan Valencia masih tersisa hingga sekarang, membayangi setiap obrolan tentang tahun yang tak terlupakan itu.
Artikel Terkait
Bobotoh Serbu Instagram Ramos, Ajak Legenda Real Madrid ke GBLA
Herdman Anggap Piala AFF 2026 sebagai Ajang Uji Nyata Talenta Lokal
PSIS Semarang Bongkar Skuad, Fokus Rekrut Pemain Lokal Siap Tempur
Milos Pantovic dan Dilema Jebolan Bayern di Persimpangan Jakarta-Surabaya