SURABAYA Bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026 kembali diramaikan oleh Persebaya. Kali ini, nama yang mencuat adalah Pedro Matos, gelandang asal Portugal yang direkrut dari Semen Padang FC. Ia dipastikan menjadi pemain asing keempat Green Force untuk putaran kedua.
Menariknya, ini adalah pilihan langsung sang pelatih, Bernardo Tavares. Jadi, kabar sebelumnya soal minat pada bek PSM Makassar, Yuran Fernandes, tampaknya cuma angin lalu. Fokus Tavares jelas: memperkuat lini tengah.
Menurut sejumlah saksi, kabar ini pertama kali beredar lewat unggahan akun fanbase @emosijiwakucom, Sabtu lalu.
“Selamat datang Pedro. Info yang kami terima, Pedro Matos, gelandang asal Portugal eks Semen Padang FC, menjadi pemain asing keempat pilihan Bernardo Tavares untuk bergabung di Persebaya. Vamos,”
Unggahan itu langsung memantik spekulasi. Dan kini, semuanya resmi. Langkah ini sekaligus menegaskan arah rekrutmen Tavares yang sejak awal memang ingin menambahkan kreator di sektor gelandang serang, bukan di belakang.
Sebelum Pedro, manajemen sebenarnya sudah cukup sibuk. Mereka telah mendatangkan Bruno Paraiba, Jefferson Silva, dan Gustavo Fernandes. Keempat pemain asing baru ini diharapkan jadi tulang punggung tim di sisa kompetisi nanti.
Nah, soal Pedro Matos sendiri, ia bukan pemain baru di Liga Indonesia. Musim lalu bersama Semen Padang, pria 27 tahun ini tampil dalam 15 laga. Total ia bermain 1.144 menit, mencetak satu gol dan membukukan empat assist. Statistik yang cukup solid untuk seorang pengatur serangan.
Gaya bermainnya juga relatif bersih, hanya dapat dua kartu kuning. Ia dikenal punya kontrol bola bagus, lincah, dan piawai melepaskan umpan terobosan atau tembakan jarak jauh.
Bernardo Tavares pasti punya alasan kuat. Selain kualitas teknis, fleksibilitas posisi Pedro jadi nilai tambah. Posisi utamanya memang gelandang serang, tapi ia juga bisa diandalkan sebagai gelandang tengah atau bahkan mengisi sayap kanan. Tavares dikenal menyukai pemain serba bisa macam ini.
Pedro Ricardo Rodrigues de Matos, nama lengkapnya, bergabung dengan Semen Padang pada 1 Juli 2025. Nilai pasarnya ditaksir mencapai Rp2,17 miliar, angka yang wajar untuk pemain dengan kualitas dan pengalamannya.
Harapannya jelas: meningkatkan kreativitas serangan Persebaya yang sempat dianggap tumpul di putaran pertama. Dengan karakter sebagai playmaker, Pedro diproyeksikan jadi penghubung vital antara lini tengah dan depan.
Di sisi lain, faktor chemistry juga perlu diperhatikan. Ia harus cepat beradaptasi dengan rekan-rekan asing lainnya yang sudah lebih dulu datang. Namun begitu, kesamaan latar belakang Portugal dengan Tavares diyakini bisa mempermudah komunikasi dan pemahaman taktik.
Kedatangannya tentu memicu persaingan sehat di lini tengah dan memacu pemain lokal untuk terus berkembang.
Antusiasme suporter, Bonek dan Bonita, sudah terlihat di media sosial. Banyak yang berharap Pedro Matos bisa menjadi pembeda di laga-laga krusial nanti.
Yang pasti, putaran kedua Super League 2025/2026 bakal semakin seru. Dengan kedatangan Pedro Matos, Persebaya mengirim sinyal kuat: mereka serius ingin kembali bersaing di papan atas. Tinggal menunggu aksi di lapangan.
Artikel Terkait
AC Milan Kembali ke Jalur Kemenangan, Geser ke Posisi Dua Serie A
Persib Tekan Gas di Serang, Puncak Klasemen Super League 2025-2026 Dipertaruhkan
Persik Kediri Kalahkan Persita 1-0 Berkat Gol Jon Toral
Mauricio Souza Kritik Kreativitas Lini Depan Meski Persija Taklukkan PSBS Biak