Namun begitu, Tomas Trucha berusaha tenang. Ia memilih untuk percaya pada skuad yang ada sekarang. Baginya, masalah utama bukan soal jumlah pemain, tapi bagaimana menciptakan keseimbangan dan efektivitas dalam permainan.
“Saya senang dengan skuad yang kami miliki sekarang. Yang ingin kami lakukan adalah mencoba menyeimbangkan tim,” ucap Trucha.
Tapi jangan salah. Di balik pernyataan yang terdengar normatif itu, ada sinyal kuat bahwa PSM tidak akan berdiam diri. Trucha sendiri secara terbuka mengakui, mereka butuh tambahan tenaga asing. Tujuannya jelas: meningkatkan kualitas dan daya saing tim di paruh musim nanti.
Rencana itu, kata pelatih 44 tahun itu, sudah masuk agenda. Hanya saja, eksekusinya masih terganjal sanksi yang belum jelas kapan berakhir.
“Kami tentu ingin menambah pemain asing. Itu bagian dari rencana kami ke depan,” tegasnya.
Pernyataan itu bukan omong kosong. Menurut sejumlah informasi, manajemen PSM memang sudah mulai menjajaki dan berkomunikasi dengan beberapa calon pemain asing. Mereka seperti menunggu lampu hijau, sambil bersiap jika waktunya tiba.
Jadi, paruh kedua musim ini bukan sekadar lanjutan biasa. Bagi PSM, ini adalah ujian nyata atas arah kebijakan klub. Di tengah segala keterbatasan dan tekanan hasil, langkah Trucha dan manajemen akan menentukan segalanya. Apakah mereka bisa memanfaatkan momentum ini, atau justru kembali tertinggal? Jawabannya akan memperlihatkan apakah Juku Eja masih layak disebut pesaing di papan atas Super League musim ini.
Artikel Terkait
Real Madrid Tuntaskan Levante 2-0, Mbappe dan Asencio Jadi Penentu
Debut Gemilang Carrick, MU Bungkam City di Old Trafford
Paes Kesal, Rumor Kepindahan ke Persib Kembali Dibantah
Debut Manis Carrick, United Hajar City di Old Trafford