Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak di Maros, 11 Nama Kru dan Penumpang Diumumkan

- Sabtu, 17 Januari 2026 | 17:00 WIB
Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak di Maros, 11 Nama Kru dan Penumpang Diumumkan

MAROS – Nama-nama kru dan penumpang pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak di wilayah Maros akhirnya dirilis. Peristiwa ini terjadi Sabtu siang, 17 Januari 2026, dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar.

Berdasarkan manifest yang beredar, total ada 11 orang di dalam pesawat. Delapan di antaranya adalah kru, sementara tiga lainnya merupakan penumpang.

Kapten Andy Dahananto tercatat sebagai pilot, didampingi First Officer Yudha Mahardika. Kru lainnya meliputi Sukardi, Hariadi, Franky D Tanamal, dan Junaidi.

Sementara untuk awak kabin, ada Florencia Lolita dan Esther Aprilita S.

Dari sisi penumpang, manifest menyebutkan tiga nama: Deden, Ferry, dan Yoga. Identitas lengkap mereka masih terus dikonfirmasi.

Pesawat milik Indonesia Air Transport itu dilaporkan kehilangan kontak sekitar pukul 13.17 WITA. Informasi awal ini diterima dari AirNav Makassar.

Lokasi terakhir pesawat terpantau di perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep. Koordinatnya 04°57’08” LS dan 119°42’54” BT – sebuah wilayah yang dikenal dengan medan pegunungannya. Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih berjibaku mencari di area tersebut.

Posko Didirikan di Leang-leang

Tak lama setelah laporan masuk, sejumlah tim langsung bergerak. Mereka mendirikan posko pencarian di Lingkungan Panaikang, Kelurahan Leang-leang, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros.

Andi Sultan, Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, mengonfirmasi pihaknya menerima laporan sekitar pukul 13.00 WITA.

“Pesawat ATR 400 milik Indonesia Air dilaporkan mengalami last contact di wilayah Maros–Pangkep. Titik koordinat terakhir yang kami terima dari AirNav Indonesia berada di kawasan Leang-Leang,” jelasnya.

Menindaklanjuti hal itu, Basarnas segera mendirikan posko di Leang-Leang. Operasi SAR melibatkan polisi, TNI, dan instansi terkait. Mereka membagi tim menjadi tiga regu untuk menyisir sejumlah titik curian.

“Selain penyisiran darat, kami juga melakukan pencarian menggunakan drone. Kami juga menerima keterangan dari warga yang mengaku mendengar suara dengungan di sekitar lokasi,” ungkap Sultan.

TNI AU turut mengerahkan helikopter untuk bantu pencarian dari udara. Pesawat itu sendiri diketahui mengangkut delapan kru dan tiga penumpang.

Sebanyak 36 personel Basarnas diterjunkan, didukung personel TNI. Sayangnya, cuaca jadi kendala utama.

“Kabut tebal dan hujan menghambat penerbangan drone. Jika cuaca memungkinkan, drone akan kembali diterbangkan untuk mendekati titik koordinat terakhir yang berjarak sekitar 16 kilometer dari posko,” tambahnya.

Ada beberapa titik yang didapat dari informasi warga, namun masih perlu verifikasi. Lokasinya diduga di wilayah pegunungan dengan medan berat, membutuhkan waktu tempuh 2-3 jam dari posko utama.

Di sisi lain, Komandan Dandim Maros, Letkol Arm Agung Yuhono, menyatakan pihaknya telah mengerahkan satuan batalion untuk memperkuat pencarian di lapangan.

Upaya masih terus berlanjut. Harapannya, cuaca segera membaik agar pencarian bisa lebih optimal.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar