Carrick Bicara Magis MU Jelang Derbi Panas Kontra City

- Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:50 WIB
Carrick Bicara Magis MU Jelang Derbi Panas Kontra City

Manchester - Michael Carrick akan kembali duduk di bangku cadangan Manchester United untuk pertandingan penting akhir pekan ini. Kali ini, dia ditunjuk sebagai pelatih interim, memimpin Setan Merah menghadapi rival sekota, Manchester City, di Old Trafford. Laga derbi panas ini digelar Sabtu (17/1/2026) pukul 19.30 WIB, sebagai bagian dari pekan ke-22 Liga Inggris.

Menghadapi tekanan duel besar, Carrick justru bicara soal sesuatu yang tak kasat mata: magis klub. Dia bersikeras bahwa aura khas Manchester United itu masih hidup, masih terasa kental di dalam lingkungan klub, meski hasil di lapangan kerap tak menentu.

“Saya sama sekali tidak merasa MU kehilangan jiwanya,” tegas Carrick.

“Ada magis di tempat ini. Saya merasakannya dan langsung merasa seperti di rumah saat kembali ke sini.”

Pernyataan itu disampaikannya seperti ingin menepis kesan buruk dari luar. Menurutnya, suasana di dalam tim sebenarnya tak separah yang dibayangkan banyak orang.

Kepercayaan ini datang setelah Ruben Amorim hengkang dari Old Trafford. Carrick, yang pernah menjadi penjaga sementara dulu, kembali dipercaya. Sebelumnya, Darren Fletcher sempat memegang kendali untuk dua laga transisi.

Di sisi lain, situasi klasemen memang cukup menarik. MU kini nangkring di posisi keenam, cuma selisih satu angka dari Brentford di atasnya. Artinya, peluang untuk meraih tiket Liga Champions musim depan masih terbuka lebar. Tapi, tentu saja, para pendukung tak cuma mau melihat angka. Mereka rindu kebanggaan dan identitas permainan yang jelas, sesuatu yang sempat hilang dalam periode inkonsistensi yang cukup panjang.

Nah, Carrick paham betul soal ekspektasi ini. Tanggung jawabnya, katanya, bukan cuma soal taktik atau formasi.

“Bagian dari tanggung jawab saya adalah membentuk seperti apa kami ingin tampil sebagai sebuah kelompok,” jelas Carrick.

“Bukan hanya soal taktik dan performa, tetapi juga budaya, cara berpikir, bersikap, dan makna berada di klub ini.”

Sejauh ini, dalam tiga hari awal memimpin latihan, dia melihat respons yang positif. Para pemain, menurutnya, menunjukkan sikap terbuka dan keinginan untuk berbenah.

“Mereka mau mendengarkan, mau belajar, ingin tampil lebih baik untuk klub,” ujarnya.

Budaya klub, bagi Carrick, dibangun dari kebiasaan sehari-hari, bukan sekadar slogan. “Cara bersikap dan bertindak itu yang harus kami bangun,” tambahnya.

Namun begitu, ujian sesungguhnya akan langsung datang. Manchester City, lawan mereka, datang dengan kondisi yang agak rumit. Mereka memang sedang dalam catatan tiga seri beruntun di liga, tapi baru saja menang meyakinkan 2-0 atas Newcastle di Piala Carabao. City juga punya motivasi besar: mengejar Arsenal di puncak klasemen yang kini unggul enam poin, sekaligus mengulang kemenangan 3-0 mereka atas MU di pertemuan pertama musim ini.

Menghadapi semua itu, Carrick kembali menekankan satu faktor kunci: suporter. Dia ingin Old Trafford kembali menjadi benteng yang menakutkan, tempat di mana magis itu benar-benar hidup dan mendorong timnya.

“Kami perlu menjadikan Old Trafford tempat yang lebih kuat lagi dengan dukungan suporter,” tutupnya.

“Di situlah magis yang ingin kami bangun.”

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar