Media sosial lagi-lagi dihebohkan oleh seorang anak kecil. Namanya Dika, baru 11 tahun, tapi aksinya bikin geleng-geleng: menangkap ular lalu nyelipinnya ke dalam baju. Video itulah yang bikin dia viral.
Muhammad Nandika Saepulloh, begitu nama lengkapnya. Bocah asal Banjaran, Kabupaten Bandung ini punya hobi yang nggak biasa: berburu ular di area persawahan. Katanya sih, buat nambahin uang jajan.
Moel, tetangganya, yang mengabadikan aktivitas Dika itu dan mengunggahnya ke internet.
"Ini anak tetangga, cuma sering main ke rumah,"
kata Moel, dihubungi Jumat lalu. Menurut ceritanya, ketertarikan Dika pada ular berawal dari sebuah kejadian. Waktu itu, Dika sedang asyik memancing belut. Lalu ia melihat Moel sedang memandikan ular. Penasaran, Dika pun mendekat dan mulai bermain dengan reptil itu.
"Awalnya lagi mancing belut, terus lihat saya lagi mandiin ular. Jadi dia suka mendekati saya,"
ujar Moel mengenang.
Melihat keberanian si bocah, Moel punya ide. Ia kemudian meminta Dika untuk menangkap ular-ular di sawah. Tentu saja ada imbalannya. Untuk setiap ekor ular yang berhasil ditangkap, Dika akan mendapat upah sepuluh ribu rupiah. Dalam sehari, penghasilan terbanyak yang pernah diraihnya bisa mencapai lima puluh ribu.
"Satunya kalau dari ular koros cuma Rp 10.000,"
tutur Moel.
Yang menarik, meski uangnya sendiri juga dibutuhkan, Dika dikenal sebagai anak yang dermawan. Upah yang didapatnya meski jumlahnya tak menentu selalu ia bagi untuk ibu dan adik-adiknya.
"Kalau dapat uang dari saya, adik-adiknya suka dikasih sama dia. Kalau saya dapat gaji dari konten, suka dikasih,"
kata Moel.
"Bagusnya Dika gitu, nggak dimakan sama dia aja (uangnya). Dikasih ke mamahnya, dikasih ke adik-adiknya,"
lanjutnya penuh apresiasi.
Kehidupan keluarganya sederhana. Ayah Dika bekerja serabutan sebagai buruh bangunan, sementara ibunya berjualan perabotan rumah tangga. Soal pendidikan, ada yang mengganjal. Usianya sekarang seharusnya duduk di bangku kelas 5 SD. Tapi nyatanya, dia berhenti sekolah setelah kelas 4.
"Seharusnya sekolah kelas 5. Cuma dia berhenti di kelas 4. Soalnya sudah 2 kali tempat sekolah, nggak dilanjut,"
kata Moel menjelaskan situasinya.
Alasan pasti Dika berhenti sekolah belum sepenuhnya jelas. Moel menyebut sudah menghubungi orang tuanya untuk membicarakan masa depan si bocah pemberani ini.
"Saya dulu nge-inbox ke mamanya. Rencananya mau dilanjutin lagi,"
harap Moel. Semoga saja.
Artikel Terkait
Gadis 6 Tahun WNI Tewas Tertabrak Mobil di Chinatown Singapura
PKL Makassar Cat Lapak Kuning, Pemkot Tegaskan Itu Tetap Pelanggaran
Megawati Terima Doktor Kehormatan di Arab Saudi, Tekankan Pemberdayaan Perempuan Kunci Kemajuan Negara
Megawati Raih Doktor Honoris Causa dari Universitas Perempuan Terbesar di Dunia