Poin demi poin ia kumpulkan beruntun. Kjaersfeldt yang tadi terlihat nyaman, mendadak kewalahan. Putri berbalik unggul 7-6, lalu menutup interval dengan 11-8. Setelah jeda, ia benar-benar di atas angin. Tak ada celah sedikitpun untuk lawan bangkit. Skor melonjak hingga 20-8, sebelum akhirnya gim kedua ditutup dengan gemilang 21-9.
Momentum positif itu dibawa ke gim penentu. Putri langsung menancap gas, bermain agresif sejak bola pertama. Hasilnya, keunggulan telak 11-4 di interval seolah menjanjikan jalan mulus menuju kemenangan.
Namun begitu, badminton memang tak pernah bisa ditebak. Usai unggul jauh 15-5, konsentrasi Putri agak melayang. Performanya mengendur, sementara Kjaersfeldt berusaha mati-matian mengejar. Poin demi poin direbut sang Denmark, 15-12. Beberapa kesalahan sendiri dari Putri memperkeruh situasi.
Meski sempat memiliki enam match point di angka 20-14, kemenangan tak kunjung datang. Kjaersfeldt bertahan, menyelamatkan empat poin beruntun. Ada ketegangan di udara. Baru di poin ketujuhnya, Putri akhirnya bisa menghembuskan napas lega, mengunci pertandingan dengan skor 21-18.
Artikel Terkait
Herdman: Gelar Perdana Piala AFF 2026 adalah Ambisi Nyata, Bukan Sekadar Mimpi
Grup Neraka Menanti Garuda di Piala AFF 2026
Barongsai Jogja Siap Tancapkan Prestasi di Ajang Elite Tiongkok
Smash Nyaris 480 km/jam di Malaysia Open, Tapi Gelar Tak Jatuh ke Tangan yang Tercepat