Relasinya dengan Suwarso dan seluruh lingkungan klub tampaknya memang solid. Fabregas merasa ini tempat terbaik baginya untuk berkembang sebagai seorang pelatih, setidaknya untuk saat ini.
Filosofinya tentang kepemimpinan dan tim pun cukup menarik. Menurutnya, juara sejati bukanlah mereka yang tak pernah kalah. "Seorang juara bukanlah seseorang yang selalu menang, tetapi seseorang yang menemukan kekuatan untuk bangkit kembali setelah kekalahan," tegas Fabregas.
Ia berusaha menanamkan mentalitas itu ke seluruh skuad. Setiap orang punya peran, sekecil apa pun. "Semua orang dapat membantu, bahkan mereka yang masuk sebagai pemain pengganti dan bermain selama beberapa menit. Itulah yang sedang saya coba tanamkan," tandasnya.
Ujian terdekat akan segera datang. Como 1907 dijadwalkan menghadapi raksasa AC Milan dalam laga tunda Liga Italia. Pertandingan digelar di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Jumat dini hari nanti. Tantangan berat, tapi justru di situlah Fabregas dan anak asuhnya bisa membuktikan apa yang mereka usung bersama.
Artikel Terkait
PSM Makassar Terancam Degradasi Usai Ditaklukkan Persita
Flick Yakin Barcelona Bisa Balikkan Agregat 0-4 Lawan Atletico
Liverpool Kejar Tiket Liga Champions di Markas Wolverhampton
Arbeloa Tanggung Jawab atas Kekalahan Madrid, Tegaskan Masih Ada 36 Poin untuk Diperjuangkan