Rencananya, dalam dua minggu ke depan, ia akan menggelar konferensi video dengan para pemimpin di tim. Agenda kali ini bakal lebih mendalam. Herdman ingin menyelami pengalaman mereka selama kampanye kualifikasi sebelumnya. Ia penasaran dengan sudut pandang para pemain sendiri.
“Saya ingin tahu perspektif mereka, motivasi mereka, alasan mereka bermain untuk Indonesia, dan apa yang mereka harapkan dari perjalanan ini. Percakapan semacam itulah yang akan kami lakukan,” sambungnya.
Tak cuma lewat layar, Herdman juga berencana turun langsung. Di akhir Januari atau awal Februari nanti, ia akan terbang ke Eropa. Tujuannya jelas: menemui para pemain yang sedang membela klub di sana.
“Saya akan mengamati lingkungan latihan mereka, mendengarkan cerita mereka secara langsung, sekaligus mencari pemain lain yang mungkin siap untuk bergabung,” ungkap Herdman.
Jadi, fase awal kepemimpinannya ini akan dipenuhi oleh aktivitas mendengar. Menurut Herdman, memahami perspektif anak buah adalah langkah paling krusial sebelum masuk ke urusan taktik dan strategi pertandingan. “Ini akan jadi periode yang sibuk,” tutupnya. “Tapi mendengarkan mereka adalah hal terpenting saat ini.”
Artikel Terkait
Maarten Paes Tegaskan Komitmen untuk Ajax Usai Debut Impresif
Komunitas Bold Riders Indonesia Perkuat Dukungan untuk Alex Marquez di MotoGP 2026
PSIS Janjikan Bonus Spesial untuk Kemenangan Krusial di Kandang Persiba Balikpapan
Undian Liga Champions Bentuk Dua Jalur Berbeda: Jalan Tol dan Kubu Neraka