Gazzetta menggambarkannya sebagai pemain yang teknis, cepat, dan lincah. Bek asal Maroko itu juga serba bisa. Karakteristik seperti itu dinilai pas banget dengan kebutuhan Juventus, yang menginginkan sosok bek kanan yang tak cuma solid bertahan, tapi juga bisa menyokong serangan.
Namun begitu, jalan menuju Turin tidak akan mulus. Dari sisi Manchester United, kabarnya mereka tak punya niat melepas sang pemain. Situasi di klub berubah setelah mereka berpisah dengan Ruben Amorim dan menunjuk Darren Fletcher sebagai pelatih sementara.
Mazraoui sendiri sempat tersendat cedera di awal musim. Tapi setelah pulih, dia jadi bagian penting dalam skema Amorim, sebelum akhirnya berangkat membela Maroko di Piala Afrika.
Musim ini, dia lebih banyak bermain di formasi tiga bek. Tapi dengan perubahan skema menjadi 4-2-3-1, Mazraoui kini bersaing ketat dengan Diogo Dalot untuk jadi starter di sisi kanan pertahanan. Kemampuannya dalam duel satu lawan satu dan agresivitasnya saat menyisir sisi lapangan membuat MU menilainya sebagai aset berharga.
Dengan situasi seperti itu, peluang Juventus untuk memboyongnya di bursa transfer musim dingin ini diprediksi akan sangat sulit. Tapi, seperti biasa, di dunia sepak bola apa pun bisa terjadi.
Artikel Terkait
Marc Marquez: Cedera, Bukan Usia, Tantangan Terberat Jelang MotoGP Thailand
Persebaya Menang Tipis Atas PSM, Tavares Soroti Akurasi Tembakan yang Masih Bermasalah
Real Madrid Incar Wirtz, Liverpool Dikaitkan dengan Jude Bellingham
Juventus Incar Alisson Becker untuk Perkuat Gawang