Gabriel Tebus Blunder, Arsenal Selamat dari Kejutan Bournemouth

- Minggu, 04 Januari 2026 | 02:30 WIB
Gabriel Tebus Blunder, Arsenal Selamat dari Kejutan Bournemouth

Dini hari tadi di Vitality Stadium, Arsenal berhasil meraih tiga poin krusial dengan skor tipis 3-2 atas Bournemouth. Pertandingan yang berlangsung alot ini penuh kejutan sejak menit awal. Bournemouth, yang bermain di depan pendukungnya, ternyata tidak sekadar jadi bulan-bulanan.

Mikel Arteta menurunkan skuad terbaiknya. David Raya menjaga gawang, dengan lini pertahanan gabungan Saliba dan Gabriel. Di lini tengah, Rice dan Odegaard diharapkan mengatur permainan, sementara Gyokeres jadi ujung tombak.

Namun begitu, rencana Arsenal langsung berantakan lebih cepat dari perkiraan. Baru sepuluh menit berjalan, situasi kacau terjadi di kotak pertahanan mereka sendiri. Gabriel Magalhaes, biasanya sangat solid, melakukan blunder fatal. Operan pendeknya yang bermaksud untuk rekannya malah mendarat sempurna di kaki Evanilson. Striker Bournemouth itu pun tak menyia-nyiakan hadiah cuma-cuma, menuntaskannya dengan dingin untuk membawa tuan rumah unggul.

Suasana langsung gaduh. Tiga menit kemudian, Justin Kluivert hampir menggandakan keunggulan. Tendangannya dari luar kotak penalti nyaris saja membobol gawang, sayang meleset sedikit di sisi kiri.

Rupanya, kesalahan itu memicu Gabriel untuk menebus dosa. Di menit ke-16, bek asal Brasil itu menyambar bola liar di dalam kotak penalti. Dengan sentuhan pertama kaki kirinya, bola meluncur deras ke sudut gawang, mengoyak jala Bournemouth. Gol penyama kedudukan itu sekaligus meredam gejolak dan skor 1-1 bertahan hingga jeda.

Memasuki babak kedua, permainan terlihat lebih terbuka. Arsenal mulai menemukan ritme. Dan pada menit ke-54, mereka akhirnya berbalik memimpin. Martin Odegaard, sang kapten, menunjukkan kualitasnya dengan umpan terobosan yang memotong pertahanan. Declan Rice, yang datang dari belakang, menyelesaikannya dengan akurat. 2-1 untuk Arsenal.

Keunggulan kemudian berhasil diperlebar sekitar dua puluh menit berselang. Bukayo Saka, yang baru masuk, punya andil besar. Dia menggiring bola di sisi kanan, melewati satu pemain, sebelum menyodorkan umpan silang rendah ke jantung pertahanan. Rice lagi-lagi ada di sana, bebas dari kawalan, untuk menceploskan bola ke gawang. 3-1.

Namun, Bournemouth belum menyerah. Mereka membalas hanya lima menit setelah kebobolan. Eli Junior Kroupi, pemain muda yang masuk dari bangku cadangan, melakukan sesuatu yang spektakuler. Dari jarak sekitar 25 meter, dia melepaskan tendangan keras melengkung yang tak terjangkau Raya. Gol cantik itu membuat skor menjadi 3-2 dan memicu ketegangan di menit-menit akhir.

Di sisi lain, Arsenal harus bertahan mati-matian. Bournemouth menekan habis-habisan, mencari gol penyama. Tapi, pertahanan The Gunners akhirnya bisa bertahan. Peluit panjang berbunyi, menandakan kemenangan berharga bagi Arsenal dalam perburuan gelar. Tiga poin ini didapat dengan perjuangan keras, penuh drama, dan tentu saja, beberapa momen yang membuat jantung berdebar kencang.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar