Sejumlah prajurit Amerika Serikat harus angkat kaki dari pangkalan militer Al Udeid di Qatar. Kabar ini datang dari dua sumber diplomatik yang enggan disebut namanya. Menurut mereka, pemerintah Qatar beralasan ketegangan di kawasan Timur Tengah yang sedang memanas sebagai pemicu keputusan ini.
Nah, situasinya memang lagi runyam. Washington baru-baru ini mengancam bakal membalas tindakan keras Iran terhadap aksi protes di sana. Teheran tak kalah keras, balik mengancam akan menghajar aset militer dan kapal-kapal AS jika diserang duluan. Jadi, suasana lagi tegang banget.
Lewat sebuah pernyataan resmi, Kantor Media Internasional Qatar mengonfirmasi langkah itu. "Ini diambil sebagai tanggapan atas ketegangan regional yang terjadi saat ini," begitu bunyinya.
"Qatar terus menerapkan semua langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanan dan keselamatan, termasuk tindakan yang berkaitan dengan perlindungan infrastruktur penting dan fasilitas militer," tambah pernyataan itu, mencoba menegaskan bahwa ini soal prosedur keamanan belaka.
Sebelumnya, seorang sumber diplomatik bercerita ke AFP. Katanya, sejumlah personel diminta untuk pergi dari pangkalan itu pada Rabu malam. Sumber kedua membenarkan info yang sama, meski sama-sama minta identitasnya dirahasiakan.
Ditanya soal pergerakan pasukan ini, Kedutaan Besar AS di Qatar memilih tutup mulut. Mereka menolak berkomentar.
Ini bukan pertama kalinya Al Udeid jadi sorotan. Ingat saja bulan Juni lalu, Iran pernah menargetkan pangkalan ini. Serangan itu disebut-sebut sebagai balasan atas serangan AS sebelumnya ke fasilitas nuklir Iran.
Ali Shamkhani, penasihat senior Ayatollah Ali Khamenei, waktu itu punya pesan keras untuk Presiden AS Donald Trump.
Serangan ke pangkalan kami, katanya, sudah membuktikan "kemauan dan kemampuan Iran untuk menanggapi serangan apa pun".
Menariknya, di tengah situasi pelik itu, Doha justru bisa memainkan peran. Mereka memanfaatkan momen serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya di wilayahnya untuk mendorong gencatan senjata antara Washington dan Teheran. Dan cukup cepat realisasinya.
Artikel Terkait
Jawa Tengah Diguncang 162 Bencana dalam Empat Bulan, Pemerintah Perkuat Logistik dan Mitigasi
FBI dan Bareskrim Bongkar Sindikat Phishing dari Kupang, Rugikan Rp 350 Miliar
Syekh Ahmad Al Misry Bantah Tuduhan Pencabulan, Serahkan Bukti ke Kuasa Hukum
Penjaga Perdamaian Prancis Gugur, Korban Kedua Serangan di Lebanon Selatan