Yamaha Putar Haluan ke V4, Akui Mesin Lama Sudah Mentok

- Sabtu, 03 Januari 2026 | 02:25 WIB
Yamaha Putar Haluan ke V4, Akui Mesin Lama Sudah Mentok

Yamaha akhirnya memutuskan untuk mengubah total DNA motornya di MotoGP. Setelah bertahun-tahun setia dengan mesin empat silinder segaris, pabrikan asal Jepang itu akan beralih ke konfigurasi V4 mulai musim 2026 mendatang. Keputusan besar ini diakui sendiri oleh Alex Rins, pembalap Monster Energy Yamaha, sebagai sebuah langkah yang tak terhindarkan. "Kita memang sudah tertinggal jauh," ujarnya, dengan nada jujur yang menegaskan situasi sulit timnya.

Kalau melihat catatan musim 2025, pernyataan Rins itu bukan sekadar kekhawatiran. Hasilnya benar-benar suram. Yamaha terlempar ke dasar klasemen konstruktor, cuma mengumpulkan 247 poin di posisi kelima. Di klasemen pembalap, ceritanya tak lebih baik. Hanya Fabio Quartararo yang bertahan di sepuluh besar, sementara yang lain termasuk Rins di posisi 19 terjebak di papan tengah bahkan belakang.

Di sisi lain, rival-rival justru melesat. Aprilia, misalnya, perkembangannya luar biasa dan kini sejajar dengan Ducati. Honda juga menunjukkan progres. Menurut Rins, semua itu membuat Yamaha terlihat semakin tertinggal. "Zarco tampil kuat di awal musim, lalu Marini dan Mir di akhir musim. Mereka mencapai hasil yang luar biasa," katanya.

Lantas, apa akar masalahnya? Rins punya pandangan yang jelas. Menurutnya, mesin inline-4 yang selama ini jadi andalan Yamaha sudah mentok. "Mereka telah mencoba banyak hal. Mungkin batas pengembangannya sudah tercapai," sambung pembalap asal Spanyol itu. Intinya, berkeras mempertahankan konsep lama dinilai sia-sia. Tidak akan ada lompatan performa yang signifikan.

Maka, transisi ke V4 adalah jawabannya. Langkah ini bukan keputusan dadakan, melainkan hasil evaluasi panjang. Yang menarik, semua pembalap Yamaha dengan gaya berkendara yang berbeda-beda ternyata mengeluhkan hal serupa. Kesamaan keluhan itu justru mempermudah tim untuk menentukan arah pengembangan.

"Sangat membantu bahwa keempat pembalap mengeluhkan hal yang sama," ungkap Rins. "Ini memberi petunjuk jelas tentang apa yang harus diperbaiki."

Kini, fokus Yamaha sepenuhnya tertuju pada proyek mesin baru itu. Mereka berharap, perubahan radikal ini bisa menghentikan tren penurunan dan membawa mereka kembali bersaing di garis depan. Beban harapan itu tentu tidak ringan. Tapi setelah musim yang begitu mengecewakan, mungkin memang inilah saatnya untuk mengambil risiko besar.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar