JAKARTA – Kalau ditanya mana yang lebih keras, Serie A atau Bundesliga, Kevin Diks punya jawaban yang jelas. Bek Timnas Indonesia itu, berdasarkan pengalamannya sendiri, lebih memilih kompetisi Jerman. Pilihannya ini bukan tanpa alasan, melainkan buah dari perjalanan panjang dan berliku di dua liga elite Eropa tersebut.
Nama Kevin Diks sebenarnya sudah tak asing bagi penggemar sepak bola Eropa. Kariernya dimulai di Belanda bersama Vitesse, di mana performanya begitu solid. Saking bagusnya, Fiorentina pun tertarik dan memboyongnya ke Italia pada 2016. Saat itulah petualangan sesungguhnya dimulai.
Namun begitu, harapan tinggal harapan. Di Fiorentina, kesempatan bermain justru sulit didapat. Hanya dua kali ia mengenakan seragam La Viola. Pengalaman pahit itu membuatnya harus keliling klub-klub Eropa dengan status pinjaman kembali ke Vitesse, lalu Feyenoord, Empoli, dan Aarhus. Intinya, demi bisa main.
“Di Serie A saya hanya bermain beberapa pertandingan… siapa tahu itu bisa berubah,”
Ucapannya itu, dikutip dari Gianluca Di Marzio, menggambarkan betapa singkat dan mungkin frustrasinya masa-masa di Italia. Tapi, bukan berarti ia merendahkan kualitas Serie A. Bagi Diks, ini murni soal pengalaman pribadi yang membentuk persepsinya.
Artikel Terkait
Puig: Marquez Bukan Hanya Juara, Tapi Tonggak Sejarah Olahraga
Marini Yakin Bagnaia Bisa Bangkit, Tantang Dominasi Marquez di MotoGP 2026
Sopir Pribadi Anthony Joshua Menghadapi Dakwaan Usai Kecelakaan Maut di Nigeria
Masa Depan Maresca di Chelsea Terancam, Lima Nama Ini Siap Menggantikan