Kevin Diks Buka Suara: Bundesliga Lebih Cocok untuk Saya Dibanding Serie A

- Kamis, 01 Januari 2026 | 23:30 WIB
Kevin Diks Buka Suara: Bundesliga Lebih Cocok untuk Saya Dibanding Serie A

JAKARTA – Kalau ditanya mana yang lebih keras, Serie A atau Bundesliga, Kevin Diks punya jawaban yang jelas. Bek Timnas Indonesia itu, berdasarkan pengalamannya sendiri, lebih memilih kompetisi Jerman. Pilihannya ini bukan tanpa alasan, melainkan buah dari perjalanan panjang dan berliku di dua liga elite Eropa tersebut.

Nama Kevin Diks sebenarnya sudah tak asing bagi penggemar sepak bola Eropa. Kariernya dimulai di Belanda bersama Vitesse, di mana performanya begitu solid. Saking bagusnya, Fiorentina pun tertarik dan memboyongnya ke Italia pada 2016. Saat itulah petualangan sesungguhnya dimulai.

Namun begitu, harapan tinggal harapan. Di Fiorentina, kesempatan bermain justru sulit didapat. Hanya dua kali ia mengenakan seragam La Viola. Pengalaman pahit itu membuatnya harus keliling klub-klub Eropa dengan status pinjaman kembali ke Vitesse, lalu Feyenoord, Empoli, dan Aarhus. Intinya, demi bisa main.

“Di Serie A saya hanya bermain beberapa pertandingan… siapa tahu itu bisa berubah,”

Ucapannya itu, dikutip dari Gianluca Di Marzio, menggambarkan betapa singkat dan mungkin frustrasinya masa-masa di Italia. Tapi, bukan berarti ia merendahkan kualitas Serie A. Bagi Diks, ini murni soal pengalaman pribadi yang membentuk persepsinya.

Di sisi lain, titik balik justru datang dari Denmark. Kepindahannya ke FC Copenhagen pada 2021 membawa angin segar. Di sana, ia menjadi pilar penting dan tampil konsisten. Performa inilah yang kemudian menarik perhatian raksasa Bundesliga, Borussia Monchengladbach, yang merekrutnya di musim panas 2025.

Kini, dengan bekal merasakan langsung atmosfer kedua liga, Diks merasa lebih cocok dengan gaya Bundesliga. Ia merasa punya ruang lebih besar untuk berkembang dan bersaing secara konsisten. Kesempatan bermain yang reguler jelas menjadi faktor krusial bagi seorang pemain.

“Saya menyukai kedua liga tersebut, tetapi jika harus memilih, saya akan memilih Bundesliga,”

Begitu penegasannya. Sekarang, di usia 29 tahun, pengalaman panjangnya di Belanda, Italia, Denmark, dan Jerman menjadi modal berharga. Bersama Monchengladbach, Kevin Diks bertekad memaksimalkan peluang dan terus membuktikan diri di kancah tertinggi Eropa. Perjalanannya menunjukkan, terkadang jalan memutar justru membawa kita ke tempat yang tepat.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar