Wall Street Melemah, Nasdaq Anjlok Hampir 2% Dipicu Tekanan Saham Teknologi
Bursa saham Amerika Serikat (Wall Street) ditutup melemah pada perdagangan Kamis, dengan Indeks Nasdaq Composite mengalami penurunan terbesar hampir 2 persen. Tekanan jual berpusat pada saham-saham sektor teknologi, termasuk Nvidia, di tengah kekhawatiran investor mengenai valuasi yang sudah terlalu mahal.
Rincian Pelemahan Indeks Saham AS
Pada penutupan pasar, Dow Jones Industrial Average tercatat anjlok 397 poin atau setara 0,8 persen. Sementara itu, Indeks S&P 500 juga terkoreksi 1,1 persen. Pelemahan paling dalam terjadi di Nasdaq yang merosot 1,9 persen, mencerminkan sentimen negatif yang kuat terhadap saham-saham teknologi.
Nvidia dan Saham Teknologi Lainnya Memimpin Penurunan
NVIDIA Corporation (NVDA) menjadi saham yang paling terpukul dengan kejatuhan lebih dari 4 persen. Penurunan ini memicu aksi jual luas pada saham-saham terkait Artificial Intelligence (AI) seperti Palantir Technologies (PLTR), Dell Technologies (DELL), dan Advanced Micro Devices (AMD). Kekhawatiran atas valuasi yang terlalu tinggi menjadi pemicu utama koreksi ini.
Kinerja Saham Chip Berbeda Arah
Di sektor semiconductor, kinerja saham menunjukkan tren beragam. Qualcomm (QCOM) tertekan meski melampaui ekspektasi laba, karena kekhawatiran akan kehilangan sebagian bisnis dari Samsung Electronics di tahun depan. Sebaliknya, Arm Holdings (ARM) justru menguat setelah memberikan prospek fiskal yang optimis, didorong oleh lonjakan belanja di sektor AI.
Saham yang Mengalami Lonjakan dan Tekanan
Beberapa saham catatkan kinerja positif di tengah tekanan pasar. Snap (SNAP) melonjak setelah melaporkan pendapatan kuartalan yang mengalahkan estimasi. Lyft (LYFT) juga menguat berkat kembalinya profitabilitas. Moderna (MRNA) dan Datadog (DDOG) naik setelah melaporkan hasil kuartalan yang kuat. Di sisi lain, Warner Bros Discovery (WBD) tertekan akibat pendapatan yang mengecewakan.
Marvell Technology dan Rencana Akuisisi SoftBank
Saham Marvell Technology (MRVL) mengalami penguatan signifikan setelah Bloomberg melaporkan bahwa SoftBank Group sedang menjajaki opsi akuisisi terhadap perusahaan chip tersebut. Rencananya, Marvell akan digabungkan dengan anak perusahaannya, Arm Holdings.
Paket Kompensasi Triliunan Dolar untuk CEO Tesla Elon Musk
Pemegang saham Tesla (TSLA) secara resmi menyetujui paket kompensasi bernilai USD 1 triliun untuk CEO Elon Musk. Paket gaji fantastis ini dikaitkan dengan target ambisius Musk untuk meningkatkan kapitalisasi pasar Tesla dari USD 1,5 triliun menjadi USD 8,5 triliun dalam kurun waktu 10 tahun ke depan.
Artikel Terkait
Pasar Saham AS Lesu Usai Libur, Investor Awasi Data Ekonomi
Bukalapak Simpan Rp 4,3 Triliun Dana IPO di Deposito dan Obligasi Negara
Bea Cukai Banten Resmikan NICE PIK 2 Sebagai Tempat Pameran Berikat
DSSA Rencanakan Stock Split 1:25 untuk Turunkan Harga Saham