Menurut sejumlah analisis, opsi realistisnya adalah perpanjangan kontrak jangka pendek. Katakanlah, satu atau dua musim saja. Hilgers dikabarkan tidak tertarik dengan ikatan jangka panjang. Skema seperti ini dianggap menguntungkan semua pihak.
Bagi FC Twente, ini memberi kesempatan untuk tetap mendapatkan uang transfer di kemudian hari. Bagi Hilgers, ini adalah peluang berharga untuk membuktikan diri lagi. Dia perlu menunjukkan bahwa kualitasnya masih sama, meski sempat diterpa cedera panjang dan absen dari kompetisi.
"Memberi Twente kesempatan untuk tetap mendapatkan uang dari Hilgers," jelas laporan itu, "sementara Hilgers mendapat kesempatan untuk menunjukkan bahwa ia masih sebaik sebelum cedera."
Jadi, akankah dia bertahan?
Pintu dialog mungkin terbuka, tapi masa depannya di Enschede masih sangat suram. Peluang untuk berpisah tetap besar, cepat atau lambat. Januari 2026 nanti akan menjadi momen krusial. Bulan itu akan menentukan apakah konflik panjang ini akhirnya berujung damai, atau justru menjadi awal dari perpisahan yang permanen bagi sang bek dan The Tukkers.
Artikel Terkait
Italia Hadapi Bosnia di Zenica dalam Final Kualifikasi Piala Dunia 2026
Herdman Soroti Performa Cemerlang Calvin Verdonk di Tengah Kekalahan Timnas Indonesia
Pelatih Bulgaria Puji Level Timnas Indonesia Usai Kemenangan Tipis di Final FIFA Series
Nagelsmann Peringatkan Jerman Soal Disiplin Posisi Meski Taklukkan Ghana