Menurut Idzes, Muharemovic bukan cuma bek yang kuat secara fisik. Pemahaman taktiknya yang tajam membuat segalanya jadi lebih mudah. Apalagi, Sassuolo bermain dengan skema empat bek, formasi yang sebenarnya sudah akrab bagi Idzes sejak masa-masanya di Belanda.
“Jadi saya sedikit tahu apa yang harus dilakukan,” jelasnya. “Tapi tetap, butuh adaptasi juga, tentu saja.”
Di sisi lain, peran Muharemovic ternyata lebih dari sekadar partner di lapangan hijau. Idzes mengakui, bek Slovenia itu banyak membantunya memahami seluk-beluk tim, apa yang diharapkan pelatih, dan bagaimana mereka harus berkoordinasi sebagai duo bek tengah.
“Dia memainkan peran besar dalam membantu saya beradaptasi dengan tim,” pungkas Idzes.
Dengan chemistry yang kian matang, duet ini kini jadi salah satu pilar utama Sassuolo. Performa mereka yang terus naik menjadi penanda baik bagi Neroverdi di sisa musim ini.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Pembalap Indonesia Pertama Podium di MotoGP
Timnas Indonesia Hadapi Saint Kitts dan Nevis dengan Selisih Nilai Pasar Pemain 50 Kali Lipat
Eredivisie Tegaskan Tak Akan Ulangi Pertandingan Meski Status Pemain Dipertanyakan
Kiandra Ramadhipa Siap Berlaga di FIM Moto3 Junior World Championship 2026