Suasana di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Senin malam lalu, jelas bukan milik Persija. Tim ibukota itu harus pulang dengan kantung kosong, tumbang 0-1 dari tuan rumah Semen Padang. Dan Mauricio Souza, sang pelatih, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya.
Bagi Souza, masalahnya bukan cuma skor. Yang lebih mengkhawatirkan adalah cara timnya bermain. "Saya pikir hari ini bukan malam yang indah buat kita," ujarnya kepada para wartawan usai laga.
Ia mengakui, di babak pertama Persija sempat lebih unggul. Tapi itu pun jauh dari standar permainan yang biasa mereka tunjukkan. Gairah seolah menguap begitu saja.
"Tidak ada kreativitas, kalah dalam duel, para pemain tidak melakukan apa yang saya minta," tambahnya, dengan nada yang terdengar kesal. Ia juga menyoroti satu momen krusial: kartu yang diterima seorang pemainnya. Insiden itu, menurutnya, benar-benar mengubah jalannya pertandingan.
Kekalahan ini punya konsekuensi nyata di papan klasemen. Peluang untuk menyalip Persib di posisi kedua akhirnya buyar. Sekarang, Persija tetap bertengger di peringkat ketiga dengan koleksi 29 poin. Jaraknya? Cuma dua poin dari Persib, tapi terasa jauh sekali setelah malam yang mengecewakan itu.
Jadi, ini bukan sekadar soal kehilangan tiga poin. Performa tanpa nyawa dan tanpa ide itu yang membuat Souza geleng-geleng. Timnya butuh perbaikan serius, dan cepat.
Artikel Terkait
Bonek Peringatkan Persebaya Jangan Ada “Misi Penyelamatan” untuk Persis Solo demi Jaga Asa ke Asia
Tiga Klub Premier League Tembus Final Kompetisi Eropa, Arsenal, Aston Villa, dan Crystal Palace Ukir Sejarah
Andrew Jung Siap Debut di El Clasico Indonesia, Targetkan Kemenangan Penuh untuk Persib
Sulsel Borong 16 Medali di Kejurnas Akuatik 2026, Jadi Sinyal Kebangkitan Cabang Renang dan Artistic Swimming