Suasana di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Senin malam lalu, jelas bukan milik Persija. Tim ibukota itu harus pulang dengan kantung kosong, tumbang 0-1 dari tuan rumah Semen Padang. Dan Mauricio Souza, sang pelatih, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya.
Bagi Souza, masalahnya bukan cuma skor. Yang lebih mengkhawatirkan adalah cara timnya bermain. "Saya pikir hari ini bukan malam yang indah buat kita," ujarnya kepada para wartawan usai laga.
Ia mengakui, di babak pertama Persija sempat lebih unggul. Tapi itu pun jauh dari standar permainan yang biasa mereka tunjukkan. Gairah seolah menguap begitu saja.
"Tidak ada kreativitas, kalah dalam duel, para pemain tidak melakukan apa yang saya minta," tambahnya, dengan nada yang terdengar kesal. Ia juga menyoroti satu momen krusial: kartu yang diterima seorang pemainnya. Insiden itu, menurutnya, benar-benar mengubah jalannya pertandingan.
Kekalahan ini punya konsekuensi nyata di papan klasemen. Peluang untuk menyalip Persib di posisi kedua akhirnya buyar. Sekarang, Persija tetap bertengger di peringkat ketiga dengan koleksi 29 poin. Jaraknya? Cuma dua poin dari Persib, tapi terasa jauh sekali setelah malam yang mengecewakan itu.
Jadi, ini bukan sekadar soal kehilangan tiga poin. Performa tanpa nyawa dan tanpa ide itu yang membuat Souza geleng-geleng. Timnya butuh perbaikan serius, dan cepat.
Artikel Terkait
Singapura dan Kamboja Pilih Jepang sebagai Basis Latihan, Ancaman Serius bagi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Arsenal Gencarkan Perburuan Morgan Rogers Usai Pastikan Gelar Liga Inggris
Marquez Pangkas Jarak dengan Bezzecchi Usai Raih Kemenangan Beruntun di Hungaria dan Republik Ceko
Mesir Balikkan Keadaan, Hajar Selandia Baru 3-1 di Laga Kedua Grup G Piala Dunia 2026