Di sisi lain, masalah untuk manajer Arne Slot jauh lebih kompleks. Kehilangan Isak bukan cuma soal kehilangan satu pemain. Ini adalah krisis di lini depan. Situasinya jadi runyam karena Mohamed Salah masih membela Mesir di Piala Afrika. Cody Gakpo pun belum siap seratus persen. Opsi di depan sangat terbatas, padahal jadwal kompetisi sedang padat-padatnya.
Arne Slot sendiri terlihat sangat khawatir usai laga.
Kalau benar kakinya patah, konsekuensinya jelas: Isak bakal absen berbulan-bulan. Bisa dibilang, musim 2025-2026 untuknya sudah berakhir lebih awal. Ini mimpi buruk.
Implikasinya terhadap ambisi Liverpool pun sangat besar. Tanpa mesin gol utamanya, perjuangan untuk bertahan di papan atas liga dan bersaing di Eropa akan terasa jauh lebih berat. Anfield kini hanya bisa menunggu, berharap hasil pemindaian membawa kabar yang sedikit lebih baik. Tapi harapan itu, harus diakui, semakin tipis.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Pembalap Indonesia Pertama Podium di MotoGP
Timnas Indonesia Hadapi Saint Kitts dan Nevis dengan Selisih Nilai Pasar Pemain 50 Kali Lipat
Eredivisie Tegaskan Tak Akan Ulangi Pertandingan Meski Status Pemain Dipertanyakan
Kiandra Ramadhipa Siap Berlaga di FIM Moto3 Junior World Championship 2026