Fajar/Fikri Tumbang di Gim Penentu, Harapan di Hangzhou Terganjal Malaysia

- Rabu, 17 Desember 2025 | 21:15 WIB
Fajar/Fikri Tumbang di Gim Penentu, Harapan di Hangzhou Terganjal Malaysia

HANGZHOU – Harapan untuk memulai turnamen dengan kemenangan pupus sudah bagi Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri. Di laga pembuka Grup B BWF World Tour Finals 2025, Rabu (17/12/2025) malam WIB, ganda putra Indonesia itu harus mengakui keunggulan wakil Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Pertarungannya benar-benar sengit, berlangsung tiga gim, dan berakhir dengan skor yang sangat ketat: 24-22, 18-21, dan 19-21.

Suasana di Hangzhou Olympic Sports Centre Gymnasium langsung tebak sejak awal. Gim pertama berjalan alot. Fajar/Fikri sempat tertinggal 4-8, tapi mereka tak panik. Di bawah bimbingan pelatih Herry Iman Pierngadi, mereka merangkak naik dengan lima poin beruntun. Interval pertama mereka lewati dengan keunggulan tipis 11-9.

Namun begitu, laga tak serta merta berjalan mulus. Setelah jeda, duel saling serang berlanjut. Kedua pasangan seolah tak mau memberi celah, skor pun menyamar di angka 18-18. Fajar/Fikri sempat mendapat game point di 20-18. Tapi Aaron dan Soh, pasangan yang dikenal tangguh itu, berhasil memaksa deuce. Butuh perjuangan ekstra, akhirnya Fajar/Fikri menutup gim pertama 24-22 lewat sebuah drama panjang.

Memasuki gim kedua, semangat mereka masih membara. Awal yang bagus mereka tunjukkan dengan unggul 7-3. Sayangnya, konsentrasi agak goyah. Aaron/Soh, yang jelas lebih berpengalaman di level turnamen besar, perlahan mengejar. Mereka menyamakan kedudukan 9-9, lalu berbalik memimpin 11-9 saat interval.

Fajar/Fikri mencoba bangkit. Jarak berhasil dikejar jadi 17-18. Tapi upaya itu mentah di ujung jalan. Gim kedua harus mereka lepas dengan skor 18-21. Semuanya kembali ke titik nol.

Pada gim penentu, semangat juang mereka kembali muncul. Fajar/Fikri bermain lebih agresif, memimpin 11-7 di interval ketiga. Bahkan keunggulan itu sempat melebar jadi 16-12. Harapan untuk menang begitu nyata di benak pendukung Indonesia yang menyaksikan.

Di sisi lain, Aaron Chia/Soh Wooi Yik membuktikan kenapa mereka berada di peringkat atas dunia. Mereka tak menyerah. Poin demi poin mereka raih, perlahan membalikkan keadaan. Dari tertinggal, mereka malah unggul 17-16. Momentum sepenuhnya berpindah.

Fajar/Fikri sepertinya kehilangan daya untuk melawan. Gim ketiga pun berakhir 19-21 untuk kemenangan Malaysia.

Kekalahan ini jelas sebuah pukulan. Jalan mereka di fase grup sekarang jadi lebih berat. Mau tak mau, sisa laga di grup harus dimenangkan jika ingin impian lolos ke semifinal masih menyala. Tantangan berikutnya tentu tak akan lebih mudah.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar