Gim kedua adalah cerita yang sama sekali berbeda. Meski sempat tertinggal 1-3, Putri tiba-tiba menemukan ritmenya. Pukulannya jadi presisi, mematikan. An terlihat kewalahan, melakukan sejumlah kesalahan tak biasa. Putri melesat, memimpin 11-5 di interval dan benar-benar tak memberi celah.
Ia semakin percaya diri. Selepas jeda, permainannya begitu mengecoh, membuat An terjengkang-jengkang di lapangan. Dengan dominasi nyaris mutlak, Putri menyegel kemenangan di gim kedua dengan skor telak, 21-8. Semua seri.
Tapi, gim penentu justru jadi anti-klimaks. An Se-young kembali muncul dengan versi terbaiknya. Smash dan placing-nya tajam, sulit dijangkau. Putri kebingungan, tertelikung cepat 0-6 dan tertinggal jauh 1-11 saat interval.
Putri tetap berjuang selepas jeda, tak mau menyerah begitu saja. Sayangnya, di sisi lain lapangan, An tampak unggul dalam segala hal: akurasi, penempatan, bahkan stamina. Meski sesekali error masih muncul, keunggulannya terlalu besar. Pertandingan berakhir dengan skor 8-21 untuk gim ketiga, mengakhiri perlawanan Putri KW di pertandingan pembuka grup ini.
Artikel Terkait
PSM Makassar Terjepit: Trucha Berjibaku Lawan Semen Padang yang Berubah Total
Imbang Lawan Irak, Timnas Futsal Indonesia Pastikan Tiket Juara Grup
PSM Makassar Beraksi di Tengah Badai Sanksi FIFA
PSM Makassar Waspada, Semen Padang Datang dengan Skuad Baru dan Misi Darurat