Karena saking ikoniknya, tak sedikit pemain lain yang mencoba meniru. Sebut saja HS Prannoy dari India atau Lee Zii Jia dari Malaysia. Tapi hasilnya? Tetap saja tak ada yang bisa menyamai keaslian dan kekuatan backhand sang maestro.
Di sisi lain, julukan 'Raja Backhand Smash' pun melekat padanya. Taufik mengaku tak terlalu memikirkan soal julukan, meski ia bersyukur atas apresiasi itu.
"Saya enggak tahu ya, itu orang saja yang bilang backhand smash. Tapi saya berterima kasih ke mereka dan saya memang punya sesuatu, punya pukulan yang enggak semua orang punya," tandasnya.
Jadi, begitulah sekelumit kisah Taufik Hidayat. Seorang legenda dengan senjata pamungkas yang kecepatannya nyaris seperti kilat. Wajar saja kalau banyak yang menempatkannya sebagai salah satu pemain terhebat sepanjang masa.
Artikel Terkait
Arteta Puas, Chelsea Lolos ke Perempat Final Liga Champions
Arbeloa: Kemenangan atas Man City di Etihad Pencapaian yang Sulit dan Melegakan
Chelsea Tumbang Telak dari PSG, Mimpi Liga Champions Pupus
Marc Marquez Tegaskan Belum Ada Rencana Pensiun, Fokus ke Kompetisi